Jokowi: Jangan Ada Lagi Tanggul Jebol

Kompas.com - 25/11/2012, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan, tak boleh lagi ada tanggul yang jebol di Ibu Kota. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi tersebut, seluruh tanggul di DKI harus dibangun sebaik mungkin.

"Ya, tanggul sekecil apapun harus bagus, jangan sampai jebol, kayak kemarin di Halim jebol. Yang di Makasar juga jebol, sehingga meluas nanti," ujar Jokowi saat makan siang, usai mengunjungi lokasi banjir di Jalan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (25/11/2012).

Menurut mantan Wali Kota Solo tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan berbagai cara agar peristiwa jebolnya tanggul tak terulang. Salah satu caranya dengan menerapkan kontrol yang ketat terhadap tanggul-tanggul Ibu Kota melalui Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU).

"Ya dikontrol terus. Tanggulnya ada, tapi kalo enggak dikontrol, bisa-bisa waktu air datang, bisa jebol," tutur Jokowi.

Sementara untuk tanggul yang sudah terlanjur jebol, yakni di daerah Halim Perdanakusuma dan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Jokowi telah menginstruksikan jajaran untuk memperbaiki tanggul tersebut. Jokowi menegaskan kepada jajarannya untuk bekerja berorientasi dengan rakyat.

Di lokasi tersebut, Jokowi melakukan pantauan kondisi banjir terkini. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan bantuan berupa beras beserta sejumlah uang tunai. Penyerahan bantuan pribadi tersebut diterima oleh Ketua RT setempat.

Berita terkait dapat diikuti di topik:

100 HARI JOKOWI-BASUKI

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau