Bambang: KPK Tak Urusi Anak Tiri dan Anak Emas

Kompas.com - 25/11/2012, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto tak mau mengambil pusing adanya anggapan anak tiri dan anak emas bagi penyidik di KPK. Menurut dia, saat ini KPK harus fokus pada pekerjaan pemberantasan korupsi.

"Korupsi sangat banyak, sebaiknya KPK berpikir strategis dan melakukan ha-hal yang mendasar daripada sekadar mengurusi soal anak tiri dan anak emas," ujar Bambang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (25/11/2012).

Menurut Bambang, KPK jangan menjadi sibuk dan bersifat kekanak-kanakan mengurusi anggapan tersebut. Sebelumnya, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi pun menegaskan, tidak ada penyidik yang dianggap anak emas ataupun anak pungut. Semua penyidik diperlakukan sama. Namun, menurut Bambang, itu hak penyidik untuk menceritakan jika ada yang merasa dianaktirikan.

"Kalau ada seorang anak mengaku dia menjadi anak tiri atau anak ini, nanti kita akan lihatlah. Apa betul seperti itu? Tapi kan kalau dia mengadu sama orang lain kita enggak tahu. Itu hak mereka juga," kata Bambang.

Seperti diketahui, pengakuan mantan penyidik KPK itu dilontarkan anggota Komisi III DPR, Nurdiman Munir, setelah pertemuan tertutup antara Komisi III DPR dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Sutarman serta sejumlah mantan penyidik KPK yang kini kembali ke kepolisian. Menurut Nudirman, para mantan penyidik itu mengaku ada perbedaan perlakuan pimpinan KPK terhadap para penyidik. Ada yang menjadi anak emas dan ada pula anak pungut.

Sementara itu, menurut anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan, para mantan penyidik KPK juga menyampaikan tiga hal. Pertama, profesionalisme KPK perlu diperbaiki. Kedua, kekompakan pimpinan harus dijaga. Ketiga, prosedur organisasi perlu dijalankan dengan ketat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau