"Gangnam Style" Dilihat 803 Juta Kali

Kompas.com - 25/11/2012, 23:29 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Rapper Korea Selatan, Psy dengan lagu "Gangnam Style" menjadi video pada media sosial YouTube yang paling banyak dilihat sepanjang sejarah. Sampai dengan hari Sabtu petang kemarin, tercatat 805 juta kali video "Ganggam Style" di YouTube dilihat orang.

Kantor berita AP, hari Minggu (25/11) mengutip YouTube memberitakan, video "Ganggam Style" yang dipasang di blog tren media sosial itu sudah dilihat 805 juta kali sampai hari Sabtu petang. Rekor ini melampui rekor "Baby" dari penyanyi Amerika Serikat Justin Bieber yang tercatat telah dilihat 803 juta kali di YouTube.

YouTube menegaskan, popularitas video dari PSY dengan "Ganggam Style"-nya sungguh tak diperkirakan. Psy Video yang mengambarkan menari menunggang kuda ini dipajang di YouTube pada bulan Juli 2012 lalu. Sementara "Baby" dari Justin Bieber sudah dipajang sejak Februari 2010.

Video rapper Psy dengan "Ganggnam Style" menjadi sensasi global, dengan banyak orang di seluruh dunia kini mulai meniri gaya menari "Gangnam Style", gaya menari menunggang kuda.

Pada pertemuan bulan Oktober lalu, Sekjen PBB Ban Ki-moon yang juga berasal dari Korea Selatan, bergurau bahwa dia harus melepaskan gelarnya sebagai "orang Korea paling terkenal" dan mencoba sedikit dari gerakan dari tarian "Gangganm Style"-nya Psy.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau