Terkendala Alat Berat, Evakuasi Korban Dihentikan

Kompas.com - 26/11/2012, 03:55 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Proses evakuasi korban tewas longsor di Curug Cipalasari, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, dihentikan sementara karena belum adanya alat berat untuk memindahkan material tanah dan batuan akibat longsor.

Selain itu, kondisi di lokasi kejadian tidak ada penerangan yang cukup. "Kondisi di curug gelap, jadi susah melakukan evakuasi korban. Apalagi alat berat belum sampai. Mungkin nanti subuh evakuasi baru akan dilakukan lagi," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin, kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Minggu (25/11/2012) malam.

Di samping itu dikawatirkan, kawasan curug masih rawan longsor susulan akibat kondisi tanah di bukit itu labil. Terlebih jika hujan deras mengguyur lagi kawasan tersebut.

"Masih sangat rawan terjadi lagi longsor di lokasi. Sekarang masih ada satu lagi jenazah korban yang masih anak-anak belum bisa dievakuasi. Penghentian sementara ini supaya tidak jatuh lagi korban," tegas dia.

Hal sama diungkapkan Wakil Kepala Polres Tasikmalaya Kompol Wahyudin. Menurut dia, sampai pemberhentian evakuasi sementara ini, warga sekitar diimbau untuk tak mendekati lokasi kejadian.

Itu, dikhawatirkan akan terjadi longsor lagi. "Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, jangan ada warga ke lokasi. Itu sangat berbahaya," kata Wahyudin kepada wartawan saat berada di Makopolsek Taraju Tasikmalaya pada Minggu malam.

Pantauan Kompas.com, sampai saat ini ratusan petugas dari Polres Tasikmalaya, BPBD, Muspika dan warga setempat, masih berjaga di sekitar lokasi longsor.

Mereka bersiap untuk melakukan evakuasi korban lanjutan yang rencananya akan dilakukan subuh nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau