Longsor Merusak Infrastruktur

Kompas.com - 26/11/2012, 05:19 WIB

CILACAP, KOMPAS - Longsor yang sejak semula dikhawatirkan menjadi ancaman kini benar-benar menjadi kenyataan. Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga merusak infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan jaringan listrik, sehingga warga terisolasi.

Sekitar 160 warga Dusun Ciawar, Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Minggu (25/11) masih terisolasi setelah akses jalan utama dan empat jembatan menuju desa lainnya tertimbun longsor. Bahkan, jaringan listrik di lokasi itu juga terputus.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Wasi Ariyadi mengatakan, sekitar 160 jiwa dari 55 keluarga di Dusun Ciawar mengungsi ke Dusun Cipancur karena lokasi rumah mereka rawan longsor. Penyaluran bantuan agak terhambat karena daerah tersebut cukup sulit dijangkau.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Cilacap Edy Gunawan mengatakan, longsoran tanah yang menutup ruas jalan Cilopadang di Majenang menuju Salem, Kabupaten Brebes, mulai disingkirkan. Sejak Jumat pekan lalu, akses jalan antarprovinsi itu terputus.

”Ekskavator sudah didatangkan untuk menyingkirkan longsoran agar ruas jalan dapat dilalui lagi,” kata Edy. Senin ini, ruas jalan itu diharapkan normal.

Tiang listrik roboh

Longsor yang terjadi di Desa Simpur, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, juga membuat jalur jalan nasional lintas Blang Kejeren-Kutacane tertutup. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Jarwansyah. Longsor terjadi persis di tebing jalan jalur sepanjang 40 meter. Tumpukan material membuat tiang listrik di pinggir jalan roboh dan kabelnya terputus. ”Kami masih menyingkirkan material yang menutup jalan. Mungkin butuh waktu,” kata Jarwansyah.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, hujan deras sekitar 10 jam memicu tanah longsor di tebing tanah dekat air terjun Cipalasari di Kecamatan Taraju. Lima orang pun tewas tertimbun dan seorang luka berat.

Arus Kali Pesanggrahan juga menyebabkan salah satu jalur jalan alternatif Tangerang Selatan menuju Depok longsor. Longsoran terjadi di Jalan Lereng Indah, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere.

Di Kupang, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, saat memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana, menyatakan, keseimbangan kebutuhan lingkungan,

pemanfaatan lingkungan, dan tuntutan sosial warga harus terintegrasi.

(GRE/HAN/CHE/KOR/RAY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau