Banjir Masih Hantui Warga

Kompas.com - 26/11/2012, 05:35 WIB

jakarta, kompas - Sejumlah lokasi di Jakarta hingga Minggu (25/11) masih terendam banjir, bahkan muncul lokasi banjir baru. Meskipun di sejumlah lokasi ketinggian air sudah surut, warga tetap waspada karena hujan deras sudah turun setiap hari.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, laporan lokasi baru banjir ada di kompleks Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, setinggi 60 sentimeter (cm).

”Genangan di Green Garden setinggi 60 cm terjadi karena tinggi muka air di Angke Hulu sudah 200 cm,” kata Ratman, petugas di BPBD DKI Jakarta.

Banjir masih menggenangi Ulujami, Bintaro, Kompleks IKPN, Kedoya Selatan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Di empat RT di RW 01 Bidara Cina, banjir mencapai 70-150 cm. Sebanyak 290 jiwa di tempat itu terkena dampak banjir.

Lima tanggul Kali Cipinang di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, jebol sejak Jumat malam pekan lalu. Minggu (25/11) siang, warga bergotong royong menutupnya dengan karung berisi pasir untuk mengantisipasi banjir susulan.

Dian Purwanto, Wakil Camat Makasar, menambahkan, jebolnya tanggul menggerus tanah dan mengancam jalan lingkungan di Halim Perdanakusuma.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hingga awal pekan ini, Jakarta masih mengalami hujan dengan intensitas ringan-sedang pada sore dan malam hari. Memasuki Desember, Jakarta berpotensi banjir sedang.

Kepala Bidang Informasi meteorologi Publik BMKG Hadi Widiatmoko mengatakan, DKI Jakarta sudah masuk musim hujan. ”Karena baru awal musim, hujan lebih banyak terjadi pada sore atau malam hari,” katanya.

Siap

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi kawasan yang tergenang air di Vila Kelapa Dua, RW 07, Kelurahan Kelapa Dua, dan di lingkungan RT 004 RW 005, Sukabumi Selatan, di tepi Kali Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Ia menegaskan, Pemprov DKI telah menyiapkan perangkat tanggap darurat berupa perahu karet, logistik, dan obat-obatan. Ia mengatakan, Pemprov DKI akan mengeruk Kali Pesanggrahan setelah musim hujan berakhir. ”Tunggu surut dulu,” ujarnya.

Di tempat lain, tanggul Kali Angke di sisi Jalan Pesing Poglar, Kapuk, Jakbar terlihat banyak yang bolong. Air kali pun tumpah menggenangi jalan. Kali Angke diapit oleh Jalan Tubagus Angke dan Jalan Pesing Poglar. Permukaan Jalan Tubagus Angke lebih tinggi ketimbang permukaan air Kali Angke saat pasang, tetapi permukaan Jalan Pesing Poglar lebih rendah ketimbang permukaan air Kali Angke saat pasang.

Di Tangerang Selatan, warga sejumlah daerah yang rawan banjir secara mandiri menyiapkan perahu karet dan juga menyepakati jalur evakuasi dan tempat evakuasi yang paling aman. (WIN/FRO/RAY/MKN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau