Sejumlah Senator Republik Dukung Obama

Kompas.com - 26/11/2012, 08:41 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Beberapa senator Amerika Serikat dari Partai Republik berpaling dan mendukung rencana Presiden AS Barack Obama soal kenaikan pajak. Para senator ini secara terbuka menolak mendukung Grover Norquist, pelobi yang menentang kenaikan pajak.

Ini berita melegakan bagi Presiden Obama yang harus menyelamatkan ekonomi AS dari resesi ekonomi lebih dalam.

Pada Januari 2013, kebijakan bebas pajak yang dicanangkan mantan Presiden AS George W Bush pada tahun 2003 otomatis berakhir. Dengan demikian, warga AS akan terkena pajak lebih tinggi. Di sisi lain Pemerintah AS juga otomatis menurunkan pengeluaran.

Jika ini dibiarkan, maka ekonomi AS bisa terjerembap resesi lebih dalam. Kenaikan pajak dan penurunan pengeluaran akan menyedot dana 600 miliar dollar AS dari perekonomian AS.

Ini berguna untuk pengurangan utang AS yang sudah mencapai 16 triliun dollar AS. Akan tetapi, penyedotan dana dari perekonomian sepanjang 2013 akan menurunkan permintaan secara drastis.

Obama dan parlemen AS harus mencari cara mencegah resesi baru yang populer dengan sebutan ”jurang fiskal” ini. Salah satu cara adalah menaikkan pajak bagi individu berpenghasilan di atas 200.000 dollar AS (Rp 1,9 miliar) per tahun dan bagi keluarga berpendapatan di atas 250.000 dollar AS per tahun.

Kenaikan pajak untuk warga kaya dianggap sebagai alternatif yang tak akan memukul perekonomian sebagaimana disimpulkan Congressional Budget Office (CBO), badan pengelola informasi anggaran Kongres AS.

Ketua DPR AS (House of Representatives) John Boehner, republiken dari Negara Bagian Ohio, dan sejumlah anggota lain Kongres dari Partai Republik menolak kenaikan pajak bagi warga kaya itu. Alasannya, kenaikan pajak warga kaya akan menurunkan permintaan dan merugikan perekonomian. Kubu Republik meminta Obama menurunkan pengeluaran negara untuk kepentingan warga kelas bawah.

Obama menolak ide ini, tetapi menegaskan kesediaan berunding dengan Partai Republik pekan ini untuk mencari solusi.

Melawan Norquist

Meski demikian, mulai ada perpecahan di kubu partai konservatif ini. Senator Saxby Chambliss dari Partai Republik menentang dan menjauhkan diri dari Grover Norquist, pelobi terkenal di Kongres yang menolak kenaikan pajak. Norquist berperan besar mendukung terpilihnya caleg Republik yang berjanji menolak pajak.

”Saya lebih peduli pada negara ini ketimbang janji saya 20 tahun lalu,” kata Chambliss. ”Jika kita terus berperangai serupa, kita akan melanjutkan utang. Saya tidak setuju itu,” lanjut Chambliss, salah satu senator yang bekerja untuk mengurangi defisit anggaran yang membesar di era Bush.

Scott Rigell, anggota DPR AS dari Partai Republik, mengatakan akan melihat keadaan. Rigell menekankan, dengan melihat keadaan saat ini, kenaikan pajak layak dinaikkan. (AP/AFP/REUTERS/MON)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau