Gangguan krl

Pengguna Bus Baranangsiang Melonjak

Kompas.com - 26/11/2012, 10:47 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Gangguan perjalanan kereta rel listrik Bogor-Jakarta akibat longsor jalur rel di kilometer 45+500 di antara Stasiun Cilebut-Stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu lalu membuat pengguna bus dari Terminal Baranangsiang, Kota Bogor melonjak dua kali lipat.

"Biasanya ada 3.000 orang per hari dari Bogor ke Jakarta. Ini naik 100 persen setelah ada gangguan KRL," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Bogor pada Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor Empar di Cilebut, Senin (26/11/2012).

Menurut dia, lonjakan penumpang terjadi mulai pukul 04.00 hingga pukul 09.00, setelah itu kembali normal. Sebagian besar merupakan pengguna KRL dari Bogor yang tidak terangkut karena KRL hanya melaju dari Jakarta hingga Stasiun Bojong Gede.

Kenaikan itu, kata Empar juga membuat tingkat isian penumpang menjadi 90 persen, naik dari kondisi normal sekitar 15 persen. Bahkan, dia mengaku selain ada 400-600 armada yang beroperasi juga disiapkan armada cadangan untuk memastikan warga terlayani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau