Basuki: 6 Tol Jangan Ditolak Mentah-mentah

Kompas.com - 26/11/2012, 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan melakukan kajian pada rencana pembangunan enam jalan tol yang melintasi wilayah Jakarta. Menurut dia, banyaknya penolakan dari masyarakat menjadi pertimbangan meski di lain sisi tetap harus dilakukan pendalaman terkait rencana pembangunan itu.

"Kita sepakat penambahan ruas jalan enggak bisa menyelesaikan masalah macet, itu kenapa kita fokus pada transportasi umum. Tapi kita enggak boleh menolak mentah-mentah," kata Basuki saat dijumpai di Balaikota Jakarta, Senin (26/11/2012).

Pembangunan enam jalan tol itu rencananya melintasi beberapa wilayah Jakarta, yakni Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km), Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km).

Pembangunan enam jalan tol baru ini merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sempat mandek setelah digaungkan pada 2005, rencananya pembangunan enam tol itu akan dilanjutkan mulai 2013.

"Kita kaji dulu, misalnya jalur Semanan-Sunter itu menurut kami perlu dilakukan. Dalam kajian sementara, dua dari enam ruas itu bisa dikaji kembali," ujar Basuki.

Sebelumnya, sejumlah aktivis yang menggalang petisi menolak pembangunan enam tol mendatangi balaikota untuk menyampaikan aspirasi. Pada prinsipnya, para aktivis ini menolak pembangunan tol dalam kota karena tak akan memberikan dampak berarti pada upaya menekan tingkat kemacetan.

"Yang jelas kami menolak pembangunan tol dalam kota. Kalau Pak Ahok ingin melakukan kajian, ya kami juga harus mengkaji kembali," kata salah seorang aktivis, Marco Kusumawijaya, yang juga ahli tata kota.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau