BANDUNG, KOMPAS.com - Unit Reskrim Polsek Regol membekuk dua penjambret spesialis angkutan kota yang kerap berkeliaran di Kota Bandung. Dua pelaku itu yakni, AS (21) dan B (19). Mereka adalah kakak beradik yang kerap beraksi di angkot jurusan Leuwipanjang-Kebon Kalapa dan Cibaduyut-Cicaheum, Bandung.
Kapolsek Regol Komisaris Polisi (Kompol) Anwar Haidar didampingi Kanit Reskrim Polsek Regol Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sunarya Ishak membeberkan modus penjambretan yang dilakukan pelaku. Saat angkot ngetem, pelaku berpura-pura menjadi pengamen atau penumpang angkot. Setelah situasi di dalam angkot memungkinkan, B menjalankan aksinya dengan mengeluarkan pisau lipat dan ditodongkan ke arah korban. Sementara AS memantau situasi di luar.
"Saat itulah pelaku beraksi, mengancam korban menyerahkan seluruh barang-barang berharganya kepada pelaku," kata Anwar kepada wartawan di Mapolsek Regol, Jalan Mochamad Toha, Bandung, Jawa Barat, Senin, (26/11/2012).
Ishak melanjutkan, pelaku seringkali menjalankan aksinya sambil mabuk. Bahkan, ketika dibekuk polisi, pelaku dalam keadaan tidak sadar (mabuk). Hal tersebut diakui kedua pelaku. Keduanya mengaku, tengah menenggak empat botol minuman keras jenis arak saat ditangkap polisi seusai beraksi. Bahkan, B mengaku menelan pil dekstro sebanyak 21 pil. B ditangkap di Jalan Kiaracondong dan AS di Jalan Tegalega.
"Kami sering melakukannya sambil mabuk. Kami ditangkap setelah menjambret ibu-ibu di angkot," aku AS.
Selain menjambret, mereka berkreasi di bidang musik dan usaha sablon. AS mengaku sebagai anak band dengan aliran debt metal, sementara B funk rock.
"Iya, kami ini anak band, kami juga suka nyablon, kami juga sering menjambret," katanya.
Saat ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 20.000, 1 buah pisau lipat, 1 buah tas yang berisi alat-alat kecantikan dan beberapa pakaian dalam perempuan milik korban. Akibat perbuatannya, kedua pelaku diganjar Pasal 365 KUHPidana dengan hukuman lebih dari lima tahun penjara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang