Setelah Buron, Sopir Truk Maut Serahkan Diri

Kompas.com - 26/11/2012, 21:02 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Setelah sempat buron, akhirnya pengemudi truk tronton yang terlibat tabrakan maut di Jalan Trans Sulawesi menyerahkan diri ke Polres Minahasa Selatan (Minsel), Senin (26/11). Pengemudi yang bernama Johanis Dompas (59), saat ini diamankan di Polres Minsel guna penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya pada Sabtu (24/11) sekitar pukul 22.00 Wita terjadi tabrakan hebat antara bus Trans Kawanua (BTK) dengan truk tronton di ruas Jalan Trans Sulawesi, Minsel tepatnya di Jalan AKD Tawaang. Truk tronton yang dikemudikan Johanis melaju dari arah Manado menuju Kotamobagu. Ketika ingin menyalip motor yang ada di depannya, tronton keluar jalan dan menabrak BTK yg melaju kencang dari arah berlawanan. Tabrakan hebat pun tidak bisa dihindari.

BTK dengan nomor polisi DB 7513A tersebut memuat 5 orang mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado yang sedang melakukan study tour di Kotamobagu. Kelima mahasiswa dan sopir BTK dilarikan ke rumah. Malang menimpa Arba Baici (45) sopir BTK, nyawanya tidak tertolong lagi karena mengalami cedera parah.

Sewaktu kejadian sopir truk tronton langsung melarikan diri dan meninggalkan mobilnya dalam posisi melintang di tengah jalan dan terkunci. Hal itu menyulitkan pihak polisi memindahkan kenderaannya sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. Setelah menjadi buron selama 2 hari, akhirnya pengemudi tronton tersebut menyerahkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau