Duh, Komplotan ABG Merampok Taksi Pakai "Cutter"

Kompas.com - 27/11/2012, 02:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perampokan di taksi disertai dengan ancaman dan kekerasan masih terus terjadi. Ironisnya, kejadian terakhir dilakukan oleh pelaku yang rata-rata masih berusia remaja alias anak baru gede (ABG).

Aksi nekat komplotan remaja itu dilakukan di pintu tol Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (23/11/12) silam. Para pelaku yang diduga berjumlah empat orang itu berpura-pura meminta bantuan dengan menghentikan taksi berpenumpang.

"Dengan berpura-pura terluka, para pelaku menghentikan taksi yang lewat dengan maksud meminta tumpangan," ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/11/12).

Pelaku berinisial AP digelandang petugas setelah terbukti ikut andil dalam perampokan sopir dan penumpang taksi Express di pintu tol Plumpang, Jakarta Utara, itu.

Herry mengatakan, mereka menggunakan modus melilitkan perban di tangan. Satu orang remaja belasan tahun berhasil ditangkap oleh Satresmob Polda Metro Jaya tak lama setelah kejadian itu.

Saat taksi berhenti, AP dan komplotannya menyerobot masuk sambil mengancam Achmad Rudi Sukamto, penumpang taksi, dan Amin Amir, sopir taksi Express. "Mereka mengancam menggunakan pisau cutter," lanjut Herry.

Dalam aksi tersebut, para bocah putus sekolah ini berhasil menggasak barang-barang para korban. "Namun, karena sopir taksi melakukan perlawanan, pelaku sempat menggores tangannya," ujar Herry lagi.

Tak menyerah, korban melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri. Dengan bantuan seorang petugas, AP pun berhasil ditangkap.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap NG, SA, dan NO, ketiga rekan AP yang hingga kini masih buron. Dalam penangkapan AP, polisi turut menyita barang bukti berupa dua unit telepon seluler.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau