Jalin Kemitraan, Jokowi Datangi KPK

Kompas.com - 27/11/2012, 11:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjalin kemitraan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemitraan tersebut mengenai kerja sama pengelolaan keuangan. Namun, mengenai bentuk kerja sama lebih detail, Jokowi belum dapat menjelaskannya.

Jokowi datang di Kantor KPK pukul 11.00 tanpa didampingi pejabat Pemprov DKI lainnya. Saat ini Jokowi sedang bertemu dengan pimpinan KPK. "Saya yang diundang pimpinan KPK Pak Abraham Samad. Bentuk kemitraannya saya masih belum tahu secara detail. Nanti setelah bertemu dengan pimpinan KPK akan saya jelaskan," tutur Jokowi, Selasa (27/11/2012), sebelum berangkat ke Gedung KPK di Jakarta.

Kepala Bagian Humas Pemprov DKI Eko Hariadi mengatakan, kemitraan dengan KPK sejalan dengan program gubernur dan wakil gubernur yang ingin mewujudkan pemerintahan bersih dan transparan. Dalam waktu dekat ini, Pemprov DKI akan menggelar seminar pencegahan korupsi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Komitmen untuk mewujudkan pemerintahan bersih sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Dia mengingatkan agar pelaksana anggaran tidak main-main menggunakan uang rakyat. "Kami keras soal itu, tidak boleh main-main dengan anggaran. Kami juga minta agar semua dinas fokus membuat perencanaan anggaran," tutur Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau