Penyusunan APBD Jadi Topik Pertama KPK-Jokowi

Kompas.com - 27/11/2012, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait upaya membangun pemerintahan yang baik dan bersih. Wakil Ketua KPK Adnan Pandupraja mengatakan, topik pertama yang dibahas KPK dengan Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah berkaitan dengan penyusuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kami menjadikan itu sebagai topik pertama karena kami sekarang telah bekerja sama dengan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) sedang memantau bagaimana proses pembuatan APBD di 33 provinsi dan tingkat kabupaten/kota," kata Adnan, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Hadir dalam jumpa pers tersebut Jokowi beserta sejumlah stafnya. Menurut Adnan, pertemuan tersebut menyimpulkan kalau banyak mekanisme pembuatan APBD yang perlu diperbaiki. Terutama, yang berkaitan dengan tingkat partisipasi publik dalam penyusunan APBD, serta transparansi dalam proses penyusunannya.

"Sehingga mengurangi potensi untuk korupsi. Beberapa rekomendasi sudah kita sampaikan dan Alhamdulillah pandangan kami sama dengan pandangan Pak Gubernur," tambah Adnan.

KPK, katanya, sepakat dengan Jokowi yang menganggap bahwa anggaran merupakan faktor utama untuk bisa mengawal anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selebihnya, Adnan mengaku terkejut dengan inisiatif Pemrov DKI Jakarta yang berencana membangun sistem online di semua lini. Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah misalnya, kata Adnan, Pemrov DKI Jakarta akan membangun sistem yang menghubungkan semua restoran di DKI Jakarta dengan kantor pajak.

"Hingga akhirnya setiap rupiah yang tertulis di dalam bon setiap kita makan di restoran itu akan terdeteksi. Buat kami, pola online seperti inilah yang selalu kita dukung dan kita dorong di semua pemerintah daerah," ujar Adnan.

Jokowi mengatakan, Pemrov DKI Jakarta akan memublikasikan APBD 2013 jika sudah disetujui nantinya. Dengan demikian, diharapkan ada partisipasi publik dalam mengontrol pengalokasian anggaran di Pemrov DKI.

"Akan kita tempel poster itu di RT, RW, kelurahan. Artinya ada partisipasi publik untk mengontrol dan mengawasi setiap anggaran yg ada. Ini yang juga ingin kita lakukan karena nanti ini didampingi, disupervisi dari KPK tentu saja akan memberi hasil yang lebih baik," katanya.

Baca juga:
Jokowi Bikin KPK Terkejut

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau