Ini Rencana Besar Kementerian PU Atasi Banjir Jakarta

Kompas.com - 27/11/2012, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring meningkatnya curah hujan dan banjir yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini, Kementerian Pekerjaan Umum Direktotar Jenderal Sumber Daya Air pada hari ini menggelar acara untuk membahas penanggulangan banjir di Jakarta, Selasa (27/11/2012). Acara yang diadakan di kantor PU ini membahas rencana-rencana besar tentang penanggulangan banjir, khususnya di DKI Jakarta.

Dalam rencana ini, Dirjen Sumber Daya Air  Mohammad Hasan selaku pembicara mengatakan, saat ini terdapat 78 daerah di Jakarta yang rawan terjadi banjir. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah membuat rencana besar terkait banjir ini.

"Ada dua rencana untuk mengurangi dampak. Pertama struktural, yaitu dengan membangun tanggul-tanggul, dan non-struktural, dengan memperbaiki hulu," kata Hasan.

Program-program tersebut adalah  Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini sudah selesai, begitu juga dengan  Banjir Kanal Barat (BKB),  Pesanggrahan Angke Sunter (PAS) yang saat ini sedang dalam proses normalisasi, lalu ada  Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang saat ini masih dalam tahap rencana. Dalam rencana tersebut diharapkan hal itu dapat mengurangi daerah-daerah rawan banjir.

Untuk BKT diharapkan dapat mengurangi 16 daerah rawan genangan, BKB mengurangi 6 daerah rawan genangan, PAS mengurangi 10 daerah rawan genangan, dan JEDI diharapkan mengurangi 20 daerah rawan genangan.

Hasan mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus terhadap program PAS, yang saat ini tengah dalam proses pelaksanaan yang diperkirakan selesai pada tahun 2014. Untuk Kali Pesanggrahan yang panjangnya mencapai 26 kilometer ini baru rampung 8 kilometer, sedangkan daerah Angke telah rampung 6 kilometer dari 20 kilometer, sementara Sunter baru rampung 5 kilometer dari 18,7 kilometer. Proyek PAS ini diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,3 triliun.

"PAS ini program kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Kami konstruksi, sedangkan DKI pembebasan lahan. Ya, kira-kira 2014 pertengahan sudah selesai," kata Hasan.

Untuk tahun 2013, PU telah membuat program yang bernama JEDI yang menelan biaya sebesar
Rp 1,4 triliun yang akan rampung pada tahun 2016. Gunanya, untuk membenahi sistem drainase di Jakarta yang meliputi rehabilitasi dan pengerukan floatways, saluran air, dan cekungan retensi.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

BANJIR 2012

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau