Tasikmalaya

Lalat Jadi Petunjuk Keberadaan Jasad Korban Longsor

Kompas.com - 27/11/2012, 18:16 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menyatakan, jasad Ulum, korban tertimpa longsor, sampai sore ini masih belum ditemukan. Pihaknya dibantu petugas, TNI, Polri dan warga setempat telah mendatangkan mobil derek untuk menyingkirkan bebatuan besar akibat longsor di Curug Cipalasari, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

"Selama dua hari evakuasi, mayat korban belum bisa ditemukan akibat sulit dan banyaknya batu besar. Tapi, kita sudah menemukan tanda-tanda keberadaan mayat karena sekarang banyak lalat dan bau anyir di salah satu titik di bawah batu," katanya di lokasi kejadian, Selasa siang.

Sementara itu, keluarga Ulum (18) menyatakan ikhlas atas kepergian anaknya. Namun, keluarga berharap jenazah Ulum cepat ditemukan.

"Emak dan bapak insya Allah ikhlas (atas meninggalnya Ulum)," kata Upen (30), kakak dari Ulum saat ditemui di rumah duka, Kampung Cibuntu, Taraju pada Selasa (27/11/2012) siang.

Di mata keluarga, kata Upen, Ulum merupakan sosok periang. Dia sangat mencintai adik dan adik iparnya. "Suka bercanda. Makanya saya sangat tidak menyangka dia pergi," ucapnya dengan nada lirih.

Ulum merupakan putra ketiga dari empat bersaudara. Dia anak pasangan Kamal (50) dan Dadah (45), warga Cukangjayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Tasikmalaya.

Masih di rumah duka, Maman Suparman (40), orang tua ketiga korban tewas, Nur (20), Ani (17) dan Pitria (5) mengatakan, sebelum kejadian ketiganya sempat dilarang pergi ke Curug Cipalasari. Sebab, saat itu cuaca akan hujan. "Sering ke sana. Pas dilarang, tetap ke sana," jelas Maman.

Kelima korban yakni, Wulan, Nur, Ani, Pipit dan Ulum pergi ke curug (air terjun) dengan mengendarai sepeda motor. Mereka dibonceng Ulum. Tujuannya untuk mandi dan berwisata di curug. Namun nasib berkata lain, mereka tewas tertimbun longsor pada Minggu (25/11/2012).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau