Grup a

Vietnam Si Favorit Dikalahkan Filipina

Kompas.com - 28/11/2012, 05:50 WIB

BANGKOK, SELASA - Vietnam, yang difavoritkan lolos dari babak grup, kritis dan terancam kandas. Situasi itu dialami Vietnam setelah secara mengejutkan takluk 0-1 dari Filipina pada laga Grup A Piala Suzuki AFF 2012 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (27/11).

Juara 2008 dan semifinalis 2010 itu harus menang pada laga terakhir, Jumat (30/11), melawan Thailand yang sudah lolos ke semifinal setelah menghajar Myanmar, 4-0. Itu pun masih bergantung pada hasil laga lain, Filipina versus Myanmar. Jika Filipina memukul Myanmar, berapa pun skor kemenangannya atas Thailand, Vietnam harus angkat koper.

”Tim saya bertarung seperti singa dan ksatria serta mementahkan kekuatan serangan Vietnam,” kata Hans Michael Weiss, Pelatih Filipina.

Kemenangan tim berjuluk ”Azkals” (Anjing Jalanan) itu tak lepas dari strategi bertahan yang mereka terapkan hampir sepanjang laga. Tidak jarang, mereka menempatkan 10 pemain di area pertahanan. Baru pada 10 menit terakhir, setelah pergantian pemain dan saat kecepatan pemain Vietnam menurun, mereka menggenjot dan mengintensifkan gempuran, termasuk melalui serangan balik.

Dalam situasi itu, saat bek Vietnam kehabisan tenaga, Emelio Caligdong menceploskan tendangan mematikan ke gawang kiper Hong Son Duong.

Filipina bahkan bisa menang lebih dari satu gol. Menit ke-82, gelandang pengganti Angel Guirado sudah melewati dua bek Vietnam. Pemain jangkung itu memiliki dua opsi, yakni menendang langsung atau mengoper ke rekannya yang berdiri bebas. Ia memilih opsi pertama dan tendangannya diblok pemain Vietnam yang menjatuhkan diri.

”Hattrick” Teerasil

Pada laga lain, Thailand memastikan lolos ke semifinal setelah tanpa kesulitan menggilas Myanmar, 4-0. Kemenangan tim ”Gajah Tempur” itu ditentukan ketajaman striker Teerasil Dangda yang mencetak hattrick dan kematangan umpan-umpan pembuat asis mereka.

Teerasil yang pernah berlatih di klub Manchester City saat klub ini dibeli mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra membuka kemenangan timnya dengan gol menit ke-20, hasil umpan Phichitpong Choeichiu. Pemain pengganti Apipu Suntornpanavej memperbesar keunggulan pada menit ke-59 dengan menanduk umpan Anucha Kitpongsri.

Dalam sepuluh menit terakhir, Teerasil memborong dua gol, menit ke-81 dan ke-89. Semuanya berawal dari umpan matang rekannya dan diselesaikan dengan sempurna lewat teknik individu Teerasil yang brilian. Itu kemenangan kedua Thailand setelah menang 2-1 atas Filipina. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau