Alzheimer Berbeda antara Pria dan Wanita

Kompas.com - 28/11/2012, 12:51 WIB

KOMPAS.com –  Riset mengindikasikan, penyakit Alzheimer menunjukkan gejala yang berbeda antara pria dan wanita. Hal ini berarti butuhnya penanganan berbeda antara pria dan wanita untuk penyakit Alzheimer. Selain itu, perbedaan dalam diagnosis penyakit ini antara pria dan wanita juga haruslah berbeda.

Sebelumnya, sudah ada penelitian serupa untuk beberapa penyakit tertentu, sehingga pengobatan yang digunakan pun berbeda berdasarkan gender. Perbedaan penanganan ini berlaku untuk penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Dalam kajian terbaru mengenai Alzheimer, gejala yang berbeda ditunjukkan dari area kerusakan yang berbeda pada otak. Secara umum ,orang yang mengidap penyakit Alzheimer otaknya mengalami atrofi atau penyusutan.

Riset para ahli dari Radiological Society di Amerika Utara menyatakan, penyusutan otak pada wanita lebih awal dialami oleh wanita dibandingkan pria. Wanita juga kehilangan area abu-abu pada otak lebih banyak daripada pria ketika awal menderita penyakit ini. Sedangkan pria lebih kehilangan kemampuan berpikirnya dibandingan wanita ketika awal didiagnosis.

“Secara umum penyakit Alzheimer memang mengurangi volume otak, namun pria dan wanita memiliki area yang berbeda untuk kerusakan pada area abu-abu otaknya. Pada pria lebih terlihat penurunan kemampuan kognitif dibandingkan wanita,” ujar Dr. Maria Vittoria Spampinato, profesor radiologi di Medical University, Carolina Utara.

Altrofi pada Alzheimer terjadi pada bagian otak hippocampus yang memiliki fungsi utama dalam membentuk, mengorganisasikan, dan menyimpan memori.

"Langkah selanjutnya yaitu mengintegrasikan informasi ini pada hilangnya volume otak dengan faktor lain dari penyakit Alzheimer untuk memastikan jika memang ada perbedaan gejala berdasarkan gender," kata Spampinato.

Namun pernyataan ini diragukan oleh Dr. Clinton Wright, direktur ilmiah dari Evelyn F. McKnight Brain Institute di University of Miami Miller School of Medicine. Menurutnya, terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang perbedaan gender dalam penyakit Alzheimer.

"Masih diperlukan banyak informasi tambahan untuk mengetahui apakah hasil perbedaan ini disebabkan oleh gender atau ada faktor lain," kata Wright. "Secara khusus, belum dapat dijelaskan apakah ada kaitannya penyusutan otak lebih besar dikarenakan faktor usia di dalam hasil riset ini.”

Menurut Wright, informasi tentang kerusakan otak pada wanita yang lebih besar, namun justru pria lah yang mengalami penurunan kognitif lebih besar juga masih sulit dijelaskan. Hal ini karena bertentangan dengan anggapan umum bahwa semakin banyak penyusutan otak maka akan semakin mengurangi kemampuan kognitif seseorang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau