PAMEKASAN, KOMPAS.com—Di tengah sulitnya nelayan mendapatkan pasokan solar, oknum petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengambil kesempatan dengan meminta pungutan kepada nealyan. Pungutan itu dikeluhkan sejumlah nelayan di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan. Pungutan yang diminta petugas SPBU adalah sebesar Rp. 2.000 per jeriken. Jika tidak membayar, maka jangan harap jeriken diisi solar.
Kacung (35), salah satu nelayan asal Desa Branta Pesisir saat ditemui Kompas.com di sekitar stasiun pengisian solar nelayan Rabu (28/11/20120 mengatakan, nelayan saat kekurangan solar membeli ke dua SPBU yang ada di kecamatan Tlanakan. Namun untuk mendapatkan pelayanan, petugas meminta uang agar jerikennya bisa diisi. Selain itu, pembelian solar nelayan hanya dibatasi Rp 200 ribu saja.
"Daripada kita tidak dapat solar dan tidak melaut, terpaksa kita membayar kepada petugas SPBU untuk medapatkan solar," katanya.
Ditambahkan Kacung, kebutuhan solar nelayan saat mencari ikan mencapai 1.500 liter dengan jarak tempuh perahu motor sampai 1.000 mil dari daratan. Solar sebanyak itu dihabiskan selama lima hari berlayar.
"Kalau jatah solar kita dibatasi maka jarak tempuh dan hasil tangkapan ikan akan menurun. Kita harus bayar para pekerja di perahu. Jadi kalau minim tangkapan kita juga rugi," katanya.
Di Desa Baranta sendiri, terang ayah dua anak ini, ada Solar Pick Dealer Nelayan (SPDN), namun tidak memenuhi kebutuhan nelayan yang jumlahnya ratusan. Dalam seminggu, SPDN Baranta hanya dikirim dua kali sebanyak 36 ribu liter solar.
"Di luar SPDN ini, kita harus beli ke SPBU yang ada di sekita desa ini. Namun konsekuensinya harus membayar pungutan. Kalau di SPDN sama sekali tidak ada pungutan," tandasnya.
Pantauan Kompas.com di Desa Baranta, antrean ratusan jeriken nelayan sudah berjejer di SPDN. Sudah dua hari ini nelayan kekurangan pasokan solar, sehingga sebagian dari mereka terpaksa tidak melaut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang