Langka, Solar Dibeli dengan Suap Petugas SPBU

Kompas.com - 28/11/2012, 16:54 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com—Di tengah sulitnya nelayan mendapatkan pasokan solar, oknum petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengambil kesempatan dengan meminta pungutan kepada nealyan. Pungutan itu dikeluhkan sejumlah nelayan di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan. Pungutan yang diminta petugas SPBU adalah sebesar Rp. 2.000 per jeriken. Jika tidak membayar, maka jangan harap jeriken diisi solar.

Kacung (35), salah satu nelayan asal Desa Branta Pesisir saat ditemui Kompas.com di sekitar stasiun pengisian solar nelayan Rabu (28/11/20120 mengatakan, nelayan saat kekurangan solar membeli ke dua SPBU yang ada di kecamatan Tlanakan. Namun untuk mendapatkan pelayanan, petugas meminta uang agar jerikennya bisa diisi. Selain itu, pembelian solar nelayan hanya dibatasi Rp 200 ribu saja.

"Daripada kita tidak dapat solar dan tidak melaut, terpaksa kita membayar kepada petugas SPBU untuk medapatkan solar," katanya.

Ditambahkan Kacung, kebutuhan solar nelayan saat mencari ikan mencapai 1.500 liter dengan jarak tempuh perahu motor sampai 1.000 mil dari daratan. Solar sebanyak itu dihabiskan selama lima hari berlayar.

"Kalau jatah solar kita dibatasi maka jarak tempuh dan hasil tangkapan ikan akan menurun. Kita harus bayar para pekerja di perahu. Jadi kalau minim tangkapan kita juga rugi," katanya.

Di Desa Baranta sendiri, terang ayah dua anak ini, ada Solar Pick Dealer Nelayan (SPDN), namun tidak memenuhi kebutuhan nelayan yang jumlahnya ratusan. Dalam seminggu, SPDN Baranta hanya dikirim dua kali sebanyak 36 ribu liter solar.

"Di luar SPDN ini, kita harus beli ke SPBU yang ada di sekita desa ini. Namun konsekuensinya harus membayar pungutan. Kalau di SPDN sama sekali tidak ada pungutan," tandasnya.

Pantauan Kompas.com di Desa Baranta, antrean ratusan jeriken nelayan sudah berjejer di SPDN. Sudah dua hari ini nelayan kekurangan pasokan solar, sehingga sebagian dari mereka terpaksa tidak melaut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau