Overdosis, Dua Remaja Tewas

Kompas.com - 28/11/2012, 19:13 WIB

CILACAP, KOMPAS.com — Dua remaja Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tewas setelah mengonsumsi pil Dextro dalam jumlah banyak. Dua pemuda lain juga dirawat di Puskesmas Sidareja akibat hal sama.

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Cilacap Ajun Komisaris Siti Khayati mengatakan, dua remaja yang tewas bernama Kriswanto (13) dan Rahmanto (14). Dua remaja lain yang dirawat di Puskesmas Sidareja adalah Frengki (14) dan Torik (16).

Menurut dia, empat remaja tersebut mengonsumsi pil Dextro secara berlebihan di rumah Torik pada Senin (26/11/2012) sekitar pukul 21.00. Keesokan harinya, Torik menemukan rekannya Kriswanto dalam kondisi tidak sadarkan diri. Selanjutnya, dia segera melapor ke petugas Polsek Kedungreja.

Dari keterangan Torik, Rahmanto juga dalam keadaan tak sadarkan diri di rumahnya. Petugas segera mendatangi rumah Rahmanto dan membawa korban ke Puskesmas Sidareja. Namun, saat akan dirijuk ke RSUD Cilacap, Rahmanto meninggal dunia.

"Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan, Frengki dan Torik dibawa ke Puskesmas Sidareja," kata Siti Khayati, Rabu (28/11/2012).

Dari keterangan Frengki, mereka mengonsumsi pil Dextro dalam jumlah banyak. Dia merinci, Kriswanto mengonsumsi 18 butir, Rahmanto 30 butir, Torik 40 butir, dan Frengki 20 butir.

Pil Dextro termasuk obat batuk berdosis tinggi yang dijual bebas di apotek dan toko obat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau