Cilacap, Kompas
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap Wasi Ariyadi, Rabu (28/11), mengatakan, pihaknya menyiapkan lahan berjarak 2,5 kilometer dari lokasi longsor. Tanah itu menurut rencana akan ditukargulingkan dengan lahan Perum Perhutani.
”Dibutuhkan sekitar 2 hektar untuk relokasi 55 keluarga. Tanah yang akan ditinggalkan warga di permukiman asal sekitar 20 hektar. Itu nanti yang akan ditukar guling,” katanya.
Tanah longsor yang melanda Dusun Ciawar, Desa Ujungbarang, pada Kamis (22/11) malam, menyebabkan 55 keluarga, terdiri atas 182 jiwa, terpaksa mengungsi ke dusun tetangga. Longsor juga memutus akses ke desa terdekat akibat ambrolnya 4 jembatan dan 2 akses jalan menuju wilayah tersebut.
Akibat bencana ini, satu orang meninggal dunia tertimbun
Kepala Desa Ujungbarang Tarkono membenarkan keinginan warga untuk direlokasi. Dia menyampaikan permintaan warga sejak awal pekan ini langsung kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto.
Titik paling rawan longsor, lanjut Tarkono, adalah Grumbul Nyagak di Dusun Ciawar. Itu karena, tebing di atas permukiman rawan pergerakan tanah dan strukturnya mudah longsor, terutama jika diguyur hujan deras.
Kerugian akibat tanah longsor di Majenang ditaksir mencapai Rp 408 juta. Namun, secara keseluruhan bencana banjir dan longsor menimbulkan kerugian material sekitar Rp 4,1 miliar.
Sementara itu, petani teh di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diminta untuk berhati-hati bekerja pada musim hujan. Longsor kecil masih sering terjadi akibat dipicu hujan deras di area perkebunan teh beberapa minggu terakhir
”Tanah di perkebunan teh mudah longsor karena gembur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin.
Berdasarkan data Kecamatan Bojonggambir, luas lahan teh sekitar 8.000 hektar atau sekitar 70 persen dari total lahan di kecamatan itu. Lahan yang gembur dibutuhkan petani untuk memicu hasil panen teh terbaik.
Evakuasi seorang korban meninggal dunia akibat tertimpa batu besar di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, belum membuahkan hasil. Ulum (19) adalah satu dari lima warga Taraju yang tewas akibat longsor dinding Air Terjun Cipalasari, empat hari yang lalu. Tim masih berupaya menyingkirkan batu besar yang diduga mengimpit korban.
Kota Bandung, Jawa Barat, juga tergolong rawan bencana. Kemarin, hujan deras bercampur angin mengakibatkan jalan tergenang di beberapa titik. Sebatang pohon mahoni juga roboh menimpa rumah akibat angin kencang.
Tampak genangan air setinggi lebih kurang 50 sentimeter di jalan protokol seperti Jalan Djundjunan yang menjadi pintu masuk Kota Bandung dari Tol Purbaleunyi.