Kunjungan Wisatawan Belanda ke Sumut Tetap Meningkat

Kompas.com - 29/11/2012, 07:02 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Kunjungan wisatawan Belanda ke Sumatera Utara hingga September 2012 tetap meningkat meski hanya 5,67 persen di tengah kekhawatiran terjadi penurunan kunjungan wisatawan karena krisis ekonomi di Eropa.

"Hingga September, kunjungan wisatawan Belanda ke Sumut sudah 5.686 orang, naik 5,67 persen dari periode yang sama tahun lalu yang masih 5.381 orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, di Medan, Rabu (28/11/2012).

Kenaikan kunjungan wisatawan asal Belanda itu meski dengan persentase kecil namun menggembirakan karena sebelumnya ada kekhawatiran menurun akibat krisis ekonomi yang sedang terjadi di Eropa.

Apalagi di periode sama, kunjungan wisatawan dari Amerika Serikat yang juga terkena krisis ekonomi sudah mengalami penurunan dimana tinggal 2.385 orag dari tahun lalu yang sebanyak  2.471 orang.

"Warga Belanda memang masih antusias datang ke Sumut antara lain dengan alasan banyak sejarah Belanda di daerah Sumut,"kata Suharno.

Menurut Suharno, kedatangan dan peningkatan kunjungan wisatawan asal Belanda itu perlu disyukuri dan kalau bisa ditingkatkan karena meski naik ternyata jumlahnya tren menurun dibandingkan tahun 1990-an.

Pengamat pariwisata Indonesia asal Sumut, Ben Sukma, menyebutkan, tahun 1990-an, wisatawan Belanda dan negara lain di Eropa tercatat pemberi kontribusi besar dalam kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut maupun daerah lain di Indonesia.

Penururunan kunjungan wisatawan asal Belanda itu diakui antara lain disebabkan tidak adanya lagi penerbangan langsung Amsterdam, Belanda - Medan seperti sebelumnya yang sudah ada.

"Harus ada upaya pembangkitan kunjungan wisatawan asal Belanda itu.Meski pasar baru harus digarap pengusaha sektor pariwisata," katanya.

Dewasa ini, sambung Ben Sukma, kunjungan terbesar ke Indonesia khususnya Sumut berasal dari negara Asia khususnya ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Di Sumut, kunjungan wisatawan Malaysia tercatat tertinggi atau hingga 58,63 persen dari total kunjungan wisman ke Sumut yang sebesar 173.147 orang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau