JAKARTA, KOMPAS.com — Meski didera penurunan cukup dalam pada dua perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan dinilai tetap berada dalam tren positif hingga akhir tahun ini. Penurunan IHSG berarti kesempatan mengumpulkan saham-saham yang turun harganya.
IHSG kemarin bergerak melemah melanjutkan aksi ambil untung yang terjadi sehari sebelumnya. Pasca-penembusan rekor tertinggi di awal pekan ini, investor memilih melakukan aksi ambil untung di tengah tidak adanya perkembangan berarti pada pembicaraan anggaran di AS.
Menurut riset Panin Sekuritas, investor global masih dibayangi isu jurang fiskal (fiscal cliff). Isu ini juga terlihat menutup data makroekonomi AS yang sebenarnya cukup baik. Harga perumahan AS bulan September naik ke level tertinggi semenjak Juli 2010. Consumer confidence AS bulan November naik ke level tertinggi sejak November 2008. Pesanan durable goods Oktober berhasil melampaui estimasi awal. Ketiga data ekonomi ini memperlihatkan ekonomi AS sudah siap untuk bertumbuh kembali.
Dari Eropa, Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) sepakat menurunkan bunga dana bantuan dan juga memberikan kelonggaran waktu untuk mengembalikan. Dengan kesepakatan ini, Yunani memenuhi persyaratan dana bantuan yang akan diberikan. Panin Sekuritas melihat koreksi yang terjadi dalam dua hari terakhir masih cukup wajar. Indeks saham domestik pun dinilai masih berada dalam tren positif hingga akhir tahun.
Penurunan yang terjadi kemarin memberikan kesempatan bagi pemodal untuk melakukan pembelian pada harga bawah (buy on weakness) terutama pada saham unggulan. Diproyeksikan, hari ini IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance indeks di level 4.28-4.335. Saham-saham yang dapat dibeli di harga bawah yang direkomendasikan adalah ASII, AKRA, PGAS, TBIG, dan WIKA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang