Pastikan Lingkungan Hidup Masuk Kurikulum

Kompas.com - 29/11/2012, 20:07 WIB

KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para kepala daerah untuk memastikan teori dan praktik tentang lingkungan hidup dan alam semesta masuk dalam kurikulum pendidikan dasar.

Hal sama diberlakukan untuk kurikulum pendidikan moral dan budi pekerti, masuk dalam muatan kurikulum pendidikan anak.

”Kebetulan di sini hadir para gubernur, bupati, dan wali kota. Saya ingin agar memastikan bahwa anak-anak mulai TK, SD, hingga SMP mendapatkan kurikulum pelajaran teori dan praktik mencintai lingkungan, alam, pohon, dan alam semesta,” kata Yudhoyono pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2012, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (28/11).

Dalam sambutannya, Yudhoyono juga meminta agar para kepala daerah memastikan anak-anak dalam pendidikan dasar mendapat kurikulum moral dan budi pekerti. Di dalam muatan kurikulum, menurut Yudhoyono, anak-anak harus diajari mengenai budi pekerti, rukun dengan sesama kawan, menghormati orangtua, serta memiliki sikap dan perilaku yang baik.

Menurut Yudhoyono, sikap ini harus dibangun sejak dini, yakni sejak mereka masih duduk di bangku TK, SD, dan SMP.

”Kenapa saya mengatakan itu? Kita menginginkan agar di masa depan anak-anak kita menjadi manusia yang unggul, cerdas, pengguna teknologi, dan mengetahui dunianya. Namun, mereka juga memiliki kepribadian baik, mencintai lingkungan, tanah air, dan alam tempat mereka berada,” papar Yudhoyono.

Yudhoyono berharap, para pemimpin daerah dapat memperhatikan pendidikan anak-anak tersebut dengan mengajarkan, membimbing, dan mengasuh mereka ke masa depan yang lebih baik.

Tidak hanya kepada anak-anak, dalam sambutannya, Yudhoyono juga meminta agar seluruh warga Indonesia ikut memperhatikan dan terlibat dalam penanaman pohon dalam jumlah besar. Hal tersebut untuk memelihara kelangsungan lingkungan hidup agar tetap terjaga.

”Menjaga lingkungan hidup tidak cukup dengan membicarakannya saja. Terpenting adalah menjaga kelestarian lingkungan,” kata Yudhoyono. (PIN/ATO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau