Israel-palestina

AS Kritik Pembangunan Permukiman Yahudi

Kompas.com - 01/12/2012, 11:07 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS. com — Pemerintah Amerika Serikat mengkritik Israel yang memutuskan untuk membangun 3.000 unit perumahan untuk warga Yahudi di Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyebut keputusan Israel yang merespons hasil voting PBB terkait status Palestina itu sebagai sebuah langkah yang kontraproduktif.

"Izinkan saya mengulangi bahwa Pemerintah AS saat ini—sama seperti pemerintahan sebelumnya—sudah menjelaskan kepada Israel bahwa langkah-langkah seperti ini menjadi langkah mundur perundingan perdamaian," kata Clinton, Sabtu (1/12/2012) waktu Indonesia

Hillary Clinton menyatakan pandangan Pemerintah AS dalam sebuah seminar yang digelar Pusat Penelitian Kebijakan Timur Tengah Saban. Dalam seminar ini, hadir Menlu Israel Avigdor Lieberman dan Menhan Ehud Barak.

"Solusi akhir terhadap jalan buntu di Gaza harus sebuah perdamaian komprehensif antara Israel dan seluruh warga Palestina di bawah kepemimpinan otoritas Palestina," tambah Clinton.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Barack Obama coba menunda keputusan untuk meningkatkan status Palestina di PBB menjadi negara pengamat nonanggota. AS menyatakan keputusan PBB itu akan menjadi ganjalan baru proses perdamaian dan status negara untuk Palestina hanya bisa dicapai melalui perundingan dengan Israel.

"Pemungutan suara pekan ini (di PBB) membuat kita semua harus beristirahat. Semua pihak harus mempertimbangkan lagi dengan hati-hati jalan di depannya," ujar Clinton.

"Jika semua pihak sudah siap kembali melakukan negosiasi secara langsung, Presiden Obama akan menjadi rekanan penuh bagi mereka," tandas Clinton.

Media di Israel melaporkan pembangunan permukiman Yahudi dilakukan di wilayah yang disengketakan di Jerusalem Timur, yaitu kawasan E1. Kawasan ini adalah sebuah koridor yang menghubungkan bagian timur Jerusalem dengan permukiman Maaleh Adumim.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau