Diresmikan, Rumah Perlindungan TKI yang Dipulangkan Paksa Malaysia

Kompas.com - 01/12/2012, 12:35 WIB

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Sabtu (1/12/2012) pagi, meresmikan Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) bagi korban tindak kekerasan dan perlindungan migran (KTK-PM) dan keluarganya di Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjung Pinang Kota, Kepulauan Riau.

RPTC yang baru ini akan menggantikan Asrama Transito, tempat penampungan TKI bermasalah yang gedungnya dimiliki salah satu perusahaan pengerah jasa tenaga kerja di Tanjung Pinang.

"RPTC diharapkan benar-benar bisa menjadi tak sekadar penampungan, tetapi juga memulihkan dari psikososial agar bisa siap dipulangkan ke masyarakat," katanya.

Dalam acara itu hadir Gubernur Provinsi Riau Kepulauan yang diwakili Sekda Kepulauan Riau Suhajar Dewantoro, Wali Kota Tanjung Pinang Surya Tatik A Manan, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Andi Zainal Dulung, Direktur Korban Tindak Kekerasan dan Perlindungan Korban Kementerian Sosial (KTK-PM Kemsos) Akifah Elansary dan pejabat lainnya.

RPTC yang diresmikan itu sementara baru memiliki kapasitas 200 tempat tidur bagi TKI pria dan wanita. Tahun depan, Kemsos akan membangun lagi satu unit untuk menambah kapasitas penampungan. Luasnya mencapai tiga hektar, dan merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Riau Kepulauan.

Biaya pembangunannya mencapai Rp 1,6 miliar dari APBN 2012. Setiap dua minggu, Tanjung Pinang menerima 200-300 orang TKI bermasalah yang dipulangkan Pemerintah Malaysia. Sebelumnya, setiap minggu, ada 300-400 TKI yang dipulangkan dan ditampung di Asrama Transito. Bahkan, jumlah TKI yang dipulangkan pernah mencapai 30.000 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau