Ibu Tiri Ini Paksa Tiara Mengikat Adiknya

Kompas.com - 01/12/2012, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi penyiksaan yang menyebabkan meninggalnya Ainy Yudistisia (4) masih menyisakan trauma pada kakak kandungnya, Tiara Amanda (8). Pasalnya, Tiara ikut menyaksikan, bahkan dilibatkan dalam tindakan yang dilakukan ibu tirinya, Nurlena (26).

"Disuruh ngikat tangan adek (Ainy)," kata Tiara menyebutkan perintah ibu tirinya, saat dijumpai Kompas.com di kediaman kakeknya, Jalan Gandaria 1/10A, RT 10 RW 02, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2012).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/11/2012) lalu. Setelah serangkaian penyiksaan yang dilakukan Nurlena, Ainy tak sadarkan diri hingga harus dibawa ke RSUP Fatmawati, Cilandak.

Namun, kondisi Ainy telanjur parah lantaran mengalami pergeseran otak dan pecahnya pembuluh darah di kepala. Bocah malang ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (29/11/2012) lalu.

Menurut Tiara, kakak Ainy, selama hampir setahun hidup bersama ibu tiri, adiknya lebih banyak mendapatkan perlakuan kasar dibanding dirinya. Jika Tiara masih sebatas mendapatkan jeweran, lemparan benda, dan pukulan ringan, maka adiknya sudah sampai tahap hukuman fisik yang lebih kejam.

"Dijewer, dipukuli kaki atau tangan, dilemparin barang-barang," ujar Tiara.

Tobiin (48), kakek Tiara, menuturkan, Ainy memang terlihat lebih tenang dibanding kakaknya. Namun, ia memiliki watak yang keras. Sifat tersebut yang mungkin menyebabkan kejengkelan pada diri Nurlena. "Kalau sudah bilang nggak, ya nggak, dia nggak bakalan ngikutin lagi," kata Tobiin.

Nurlena telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus yang menewaskan anak tirinya tersebut. Saat ini ia menjadi tahanan Polrestro Kabupaten Tangerang. Perbuatan perempuan yang tengah hamil enam bulan itu dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak No. 23/2002 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau