TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Proses evakuasi satu lagi korban longsor Curug Cipalasari, Taraju, Tasikmalaya, resmi dihentikan pada Sabtu (1/12/2012) sore.
Jasad korban bernama Ulum (18) masih belum ditemukan setelah evakuasi dilakukan selama tujuh hari.
"Kami menghentikan proses evakuasi sesuai protap dari BNPB pusat yaitu melakukannya selama tujuh hari. Jadi waktunya sampai sore ini dan korban belum ditemukan," terang Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/12/2012) petang.
Sebelumnya, alat berat beckhoe dan derek yang digunakan untuk menyingkirkan bongkahan batu longsoran telah meninggalkan lokasi kejadian. Saat digunakan, kedua alat itu belum bisa secara maksimal memindahkan batu besar.
"Sempat tim menyusuri sungai untuk mencari korban, soalnya di lokasi longsoran tidak ditemukan (korban)," ujar Kundang.
Camat Taraju Suherman Gaos Menambahkan, sebelum evakuasi dihentikan sempat dilaksanakan sholat jenazah oleh puluhan warga setempat dan tim evakuasi. Sebab, korban masih belum ditemukan dan diduga telah meninggal di lokasi kejadian akibat tertimpa bongkahan batu longsoran.
"Tadi warga dan tim sholat jenazah berjamaah di lokasi kejadian, soalnya korban masih belum ketemu," singkat Suherman.
Diberitakan sebelumnya, lima warga asal Kampung Cibuntu Desa/Kecamatan Taraju, Tasikmalaya, tertimbun longsor di Curug Cipalasari yang jaraknya sekitar lima kilometer dari perkampungan pada Minggu (25/11/2012).
Empat korban tewas di lokasi kejadian setelah jenazahnya ditemukan warga tertimbun reruntuhan longsor. Sedangkan, satu lagi korban yang diduga masih tertimbun longsor belum ditemukan sampai proses evakuasi dihentikan, Sabtu sore tadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang