Jokowi Batal Lepas Gerak Jalan Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 02/12/2012, 08:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah meluncurkan Kartu Jakarta Pintar Sabtu kemarin, hari ini, Minggu (2/12/2012), Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dijadwalkan untuk melepas gerak jalan penyandang disabilitas tingkat nasional dalam rangka peringatan hari disabilitas internasional di halaman Balaikota DKI.

Namun, hingga pukul 06.45 WIB, belum nampak kehadiran Jokowi di sana. Gerak jalan tersebut akhirnya dilepas oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, Syamsudin. Gerak jalan itu diikuti oleh para tuna netra, tuna wicara, disabilitas intelektual, tuna rungu, dan tuna daksa, serta dimeriahkan oleh penampilan drumband.

Rute gerak jalan penyandang disabilitas itu akan menuju ke arah Thamrin- Sudirman- Istana Merdeka- dan akan finis di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI).

Direktur Utama RRI, Rosyarita Niken W, yang juga sebagai penyelenggara acara mengharapkan terselenggaranya gerak jalan penyandang disabilitas tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, terhadap penyandang disabilitas. "Kami bekerjasama dengan Kemensos, dengan itu berharap dapat meningkatkan aksestabilitas kepedulian masyarakat. Mereka harus diperlakukan sama dengan yang lainnya," kata Rosyarita, di Halaman Balaikota DKI, Jakarta, Minggu (2/12/2012).

Menurut Rosyarita, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI perlu meningkatkan perhatian kepada penyandang disabilitas. "Seperti perlu ada fasilitas dan tempat khusus penyandang cacat dan juga harus ada Perda yang memihak pada disabilitas," katanya.

Saat ditanyakan terkait ketidakhadiran Jokowi untuk melepas gerak jalan tersebut, Rosyarita dapat memahami kesibukan Jokowi sebagai Gubernur DKI. "Ya memang beliau sangat sibuk dan masih banyak yang harus diurusi. Kalau kemarin konfirmasinya masih bisa hadir," ujar Rosyarita.

Saat pelepasan peserta itu, Jokowi masih berada di rumah dinasnya di Taman Suropati 7, Jakarta Pusat. Berdasarkan info yang dihimpun, Jokowi akan menghadiri silaturahmi Gubernur dengan Pengurus RT, RW, LMK, Dewan Kota Kabupaten dan PKK serta Lembaga Kemasyarakatan Tahun 2012 di Gedung Istora Senayan Jalan Pintu I Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. "Iya, Bapak akan ke Senayan," kata salah seorang ajudan Jokowi, Aris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau