PKB Tak Hanya Jajaki Rhoma Irama

Kompas.com - 02/12/2012, 19:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa mengakui menjajaki raja dangdut Rhoma Irama sebagai calon presiden untuk didukung pada pemilihan presiden tahun 2014 mendatang. Akan tetapi, Rhoma bukan calon presiden satu-satunya yang dijajaki Partai Kebangkitan Bangsa untuk didukung di tahun 2014.

Sejumlah calon alternatif lain juga siap dijajaki partai yang didirikan Presiden Indonesia keempat almarhum KH Abdurrahman Wahid ini. Menurut Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, PKB baru sampai pada tahap bertanya ke Rhoma, apakah yang bersangkutan memang berniat mencalonkan diri.

"Dan ini juga kami lakukan terhadap capres-capres alternatif lainnya. Baru setelah dijawab bang haji (Rhoma) bahwa benar beliau mau nyapres, PKB kemudian meliriknya untuk dijadikan kemungkinan capres di 2014," kata Bambang.

Bambang mengatakan, masih butuh waktu lama untuk memastikan dukungan PKB terhadap Rhoma sebagai capres di 2014. Ada beberapa penjajakan yang harus dilakukan PKB. "Ada penjajakan menyangkut visi, misi dan paham ideologi kebangsaan yang harus sejalan dengan PKB," ujar Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau