Abbas: Sekarang Kita Punya Negara

Kompas.com - 02/12/2012, 22:29 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang kembali ke Tepi Barat, Minggu (2/12/2012), setelah berhasil meningkatkan status Palestina di PBB, mengatakan kepada massa yang bersorak, "Ya, kita sekarang punya negara."

"Palestina mencapai hasil bersejarah di PBB," kata Abbas, tiga hari sesudah Majelis Umum PBB memberi Palestina kedudukan negara pemantau bukan anggota dengan hasil pemungutan suara 138-9. "Dunia berkata dengan suara keras... ya untuk negara Palestina, ya untuk kebebasan Palestina, ya untuk kemerdekaan Palestina, tidak untuk agresi, tidak untuk permukiman, tidak untuk pendudukan," kata Abbas kepada kerumunan yang bergembira.

Abbas berjanji, setelah kemenangan di PBB, tugas pertama dan paling pentingnya adalah mencapai persatuan Palestina dan menghidupkan kembali upaya mendamaikan unsur bersaing Fatah dan Hamas. "Kami akan mempelajari masalahnya selama beberapa hari mendatang untuk rujuk," katanya, saat kerumunan itu meneriakkan "Rakyat ingin perpecahan itu diakhiri".

Kepulangan itu adalah masa kemenangan bagi Abbas, yang pada tahun lalu mencoba dan gagal mendapatkan keanggotaan negara penuh Palestina di PBB. Tawaran terhenti di Dewan Keamanan, tempat pemilik hak veto Amerika Serikat secara tegas menentangnya.

Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara lain juga menentang upaya Palestina meningkatkan status menjadi negara pemantau bukan anggota, tetapi karena hak veto tidak ada di Majelis Umum sehingga langkah itu mulus berlalu. Upaya itu memberi Palestina jalan ke berbagai lembaga antarbangsa, termasuk Mahkamah Kejahatan Internasional, dan meningkatkan kiprah dunia mereka setelah bertahun-tahun perundingan perdamaian dengan Israel macet.

Begitu turun dari mobilnya, Abbas berjalan di karpet merah di markas kepresidenan di Ramallah, yang dikenal sebagai Muqataa, tempat ia berjabat tangan dengan para pejabat. Ia meletakkan karangan bunga dan berdoa singkat di makam almarhum tokoh Pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang dimakamkan dalam gugus kepresidenan itu.

Abbas menyebut keberhasilan itu tonggak dalam sejarah Palestina. "Rakyat kita di mana pun, angkat kepala Anda tinggi-tinggi karena Anda orang Palestina," katanya, "Anda lebih kuat daripada pendudukan karena Anda orang Palestina."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau