Wisata sungai

Pendangkalan dan Sampah Hambat Wisata Kalimas

Kompas.com - 03/12/2012, 03:17 WIB

Surabaya, Kompas - Pemerintah Kota Surabaya terus mengembangkan wisata Sungai Kalimas. Daya tarik utamanya adalah menyusuri sungai bersejarah itu dengan memakai kapal wisata. Namun, pendangkalan sungai dan sampah masih menjadi penghambat.

Wisata sungai ini didukung banyak pihak, salah satunya Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) yang menyumbang dua kapal wisata senilai Rp 700 juta. Dua kapal wisata buatan dosen dan mahasiswa PPNS itu diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sabtu (1/12), di Taman Prestasi, Surabaya.

Kapal motor itu memiliki panjang 8 meter dan berkapasitas 12 orang. ”Kapal ini telah melalui uji ketahanan dan keselamatan serta telah kami rancang senyaman mungkin,” papar Direktur PPNS Muhammad Mahfud.

Ditambah dua kapal wisata milik Pemerintah Kota Surabaya, saat ini ada empat kapal wisata yang beroperasi. Wisatawan bisa menaiki kapal itu dengan tarif Rp 4.000 per orang. Setiap kapal itu menyusuri sungai sejauh 1 kilometer dari kawasan Taman Prestasi menuju Taman Ekspresi.

Sungai Kalimas adalah pecahan dari Sungai Brantas yang berhulu di Kabupaten Mojokerto dan bermuara di Selat Madura. Panjang sungai ini sekitar 12 km dengan lebar 20-30 meter. Sejak masa kolonial, sungai yang membelah Kota Surabaya ini sudah menjadi jalur transportasi, terutama untuk mengangkut barang dagangan dari pelabuhan.

Rismaharini, Sabtu, mencoba menaiki kapal sumbangan PPNS itu. Kapal harus melaju di tengah sungai karena kedalaman hingga 3 meter, sedangkan di pinggir sungai hanya 1 meter. Namun, kapal kedua tak sengaja melaju ke pinggir sungai sehingga mesinnya mendadak mati. Baling-baling kapal terbenam lumpur dan terjerat tumpukan sampah.

Rismaharini mengatakan, pendangkalan Kalimas dan sampah menjadi perhatiannya dan akan segera diatasi. (den)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau