Pasar modal

Apa yang Terjadi jika "Fiscal Cliff" di AS Tidak Terselesaikan?

Kompas.com - 03/12/2012, 09:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendekati akhir tahun ini, isu fiscal cliff atau jurang fiskal di Amerika Serikat terus bergema di pasar keuangan. Saat negosiasi mengenai fiscal cliff antara pihak Demokrat dan Republik menemui jalan buntu, indeks saham rontok, harga komoditi berguguran.

Apa yang terjadi jika masalah ini tidak terselesaikan? Hal ini akan memicu berlakunya secara otomatis regulasi yang mengharuskan tidak adanya perpanjangan pemotongan pajak yang antara lain meliputi pajak penghasilan, investasi, yang diatur pada masa pemerintahan Presiden George W Bush.

Selain itu tunjangan pengangguran juga tidak akan diperpanjang. Anggaran belanja juga akan dipangkas secara masif pada Januari 2013. Menurut Kantor Anggaran Kongres, kombinasi dari kenaikan pajak dan pemangkasan belanja akan menarik keluar stimulus sebesar lebih dari 500 miliar dollar AS dari perekonomian AS dalam sembilan bulan pertama di 2013.

"Ini akan membawa AS masuk dalam resesi di tahun depan karena pertumbuhan Produk Domestik Bruto akan minus," kata Kepala Riset dan Analisis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Resesi di Amerika Serikat yang notabene adalah negara dengan perekonomian terbesar dunia tentu saja akan mempengaruhi perekonomian global. Pelemahan ekonomi bisa menular ke seluruh dunia.

Ekspansi bisnis yang direncanakan pada akhir tahun lalu oleh perusahaan-perusahaan AS akan urung dilaksanakan karena kenaikan pajak dan proyeksi penurunan permintaan.

Pada Bulan Desember ini, negosiasi akan terus berlangsung dengan batas waktu yang kian dekat. Pihak Partai Demokrat menginginkan tidak adanya kenaikan pajak bagi warga negara yang berpenghasilan di bawah 250.000 dollar AS dan menaikan pajak penghasilan untuk warga yang berpenghasilan di atas 250.000 dollar AS.

Sementara Partai Republik menolak usulan itu, mereka menginginkan agar seluruh warga negara tidak mengalami kenaikan tanpa terkecuali dan memangkas belanja untuk program kesehatan medicare yang dirancang Obama.

"Oleh karena itu, isu fiscal cliff ini akan menjadi motor penggerak utama pasar keuangan di bulan Desember ini. Sentimen risk appetite atau minat terhadap risiko akan didukung oleh negosiasi yang berhasil sementara sentimen risk aversion atau alih risiko akan diprovokasi oleh negosiasi yang menemui jalan buntu," kata Ariston.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau