Tenaga kerja

Polisi Malaysia Bebaskan 95 TKI yang Disekap

Kompas.com - 03/12/2012, 14:45 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Aparat keamanan Malaysia membebaskan 105 tenaga kerja perempuan yang disekap dan dipaksa bekerja tanpa upah. Polisi juga menahan 12 orang yang diduga terlibat dalam penyekapan ini. Demikian kabar yang dimuat media lokal Malaysia, Senin (3/12/2012).

Para tenaga kerja itu yang terdiri atas 95 orang warga Indonesia, 6 Filipina, dan 4 warga Kamboja dibebaskan dari sebuah gedung di dekat Kuala Lumpur, tempat mereka disekap oleh agen mereka. Para tenaga kerja ini masuk ke Malaysia dalam beberapa bulan terakhir secara ilegal yang membuat mereka rentan terhadap aksi kekerasan.

Harian The Star melaporkan, para perempuan itu dikunci di lantai tiga di bangunan yang terletak di negara bagian Selangor itu. Penggerebekan dilakukan polisi Malaysia pada Sabtu (1/12/2012).

"Mereka dikirim bekerja setiap pagi ke rumah-rumah di sekitar lokasi gedung sebagai pembantu rumah tangga. Saat malam, mereka disekap," kata Direktur Imigrasi Selangor, Amran Ahmad, seperti dikutip The Star.

Para perempuan itu mengaku, agen pencari kerja yang merekrut mereka mengambil gaji mereka sebagai uang muka untuk jasa perekrutan. Uang yang diambil setara dengan tujuh bulan gaji. Para pembantu rumah tangga ini menerima gaji 230 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta per bulan.

Malaysia, yang memiliki standar hidup yang cukup tinggi di Asia Tenggara, menjadi magnet para perempuan Indonesia, Filipina, dan Kamboja untuk mengadu nasib sebagai pembantu rumah tangga.

Tiga tahun lalu, Indonesia melakukan moratorium pengiriman pembantu rumah tangga ke Malaysia menyusul banyaknya kasus kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia di negeri itu.

Pada Desember tahun lalu, Indonesia mengatakan segera membuka kembali pengiriman pembantu rumah tangga setelah dua negara menyatakan akan memberikan perlindungan lebih baik kepada para tenaga kerja asal Indonesia.

Kasus terbaru terkait tenaga kerja Indonesia ialah dugaan pemerkosaan seorang perempuan Indonesia oleh tiga orang polisi Malaysia pada November lalu.

Polisi Malaysia juga tengah menyelidiki dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang laki-laki di utara negeri itu terhadap pembantu rumah tangganya yang baru berusia 15 tahun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau