JAMBI, KOMPAS.com - Walaupun barang bukti hasil sitaan berupa 11 alat berat masih tertahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepolisian Daerah Jambi menampik dugaan adanya intervensi oknum pejabat setempat dalam proses penyidikan kasus pembukaan jalan ilegal menembus kawasan hutan produksi di Desa Pematang Tembesu, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah, Senin (3/12/2012) mengatakan, pemeriksaan sebagian saksi berlangsung di Polsek Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Seluruh barang bukti juga dititipkan di Polsek. Alasannya, halaman parkir Polda di Kota Jambi tidak memadai untuk tempat menyimpan seluruh barang bukti.
"Kalau semua alat beratnya diangkut ke sini, tidak akan muat. Resiko keamanannya pun besar," ujarnya.
Almansyah melanjutkan, pengangkutan 11 alat berat ke Kota Jambi akan boros biaya. " Biayanya sangat besar untuk mengangkut seluruh barang bukti tersebut," lanjutnya.
Padahal, Komandan Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Krismanko Padang mengatakan bahwa pihaknya yang menanggung biaya pengangkutan seluruh barang bukti. Pada saat penyitaan barang bukti dilakukan timnya bersama tim dari Polda, pihaknya bahkan sudah menyiapkan 11 kendaraan pengangkut untuk membawa seluruh alat berat ke Kota Jambi. "Pengangkutan barang bukti sepenuhnya ditanggung BKSDA. Kami sudah siapkan sejak awal. Tetapi, polisi tetap tidak mau barang bukti dibawa ke Kota Jambi," tuturnya.
Adapun 11 alat berat tersebut adalah milik PT Permata Energy Resources. Aktivitas perusahaan tengah membuka akses jalan dalam kawasan hutan produksi tanpa izin Menteri Kehutanan, terungkap tim dalam kegiatan operasi bersama, Kamis (29/11/2012). Pembukaan jalan ternyata sudah berjalan hampir 8 bulan, sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar 12 meter. Pembangunan ini untuk akses distribusi alternatif angkutan batu bara perusahaan dari sentra tambang di Kabupaten Bungo menuju Pelabuhan Dagang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang