Prajurit TNI Pengganti Mulai Diberangkatkan ke Lebanon

Kompas.com - 03/12/2012, 23:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Prajurit TNI yang ditetapkan bertugas dalam Kontingen Garuda (Konga) di Lebanon selama tahun 2013 mendatang, mulai diterbangkan ke negara tersebut. Total keseluruhan prajurit TNI yang akan diberangkatkan ke Lebanon sebanyak 1.169 personel, dibagi menjadi 5 kloter.

Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI, Senin (3/12(2012), disebutkan, kloter pertama sebanyak 241 prajurit TNI, berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Mereka menggunakan pesawat carteran dari PBB nomor A 330-200 JY-JAJ menuju Bandara Internasional Rafik Hariri di Beirut, Lebanon.

Para prajurit yang bergabung Kontingen Garuda ini melaksanakan tugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) masa tugas 2012-2013. Total prajurit TNI yang akan ke Lebanon sebanyak 1.169 personel, dibagi menjadi 5 kloter.

Pemberangkatannya bertahap dua hari sekali, dengan pemberangkatan terakhir 10 Desember 2012. Sebanyak 241 prajurit TNI yang berangkat kemarin, terdiri dari satuan tugas : Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G, Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E, Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2, Force Headquarter Support Unit (FQSU) Konga XXVI-E1,   CIMIC TNI Konga XXXI-C,  Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C, Level 2 Hospital XXIX-E, dan Milstaf Seceast. 

Komandan Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-G/UNIFIL Mayor Inf Lucky Avianto mengatakan satgas Yonmek ymerupakan main body dalam satgas ini. Untuk itu, personelnya diperintahkan untuk benar-benar memperhatikan faktor keamanan, patuhi segala ketentuan dan peraturan, demi keselamatan penerbangan.  

Sehari sebelumnya keberangakatan dilaksanakan penimbangan barang dibawah pengawasan Kasilog Yonmek Konga XXIII-G/UNIFIL Kapten Kal Uji Siagani beserta staf logistik. Juga dilakukan pengecekan paspor dan kartu vaksin oleh Pasipers Kapten Adm Sidik Purnomo beserta staf pers, serta pemeriksaan barang yang akan dibawa ke kabin; dan pencerahan tentang apa saja yang dilarang dalam penerbangan yang disampaikan Kasiintel Kapten Mar Alim Firdaus.

Kesemuanya itu sengaja dilakukan lebih awal agar benar-benar siap dan dalam penerbangan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau