ANKARA, SENIN
Pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali melancarkan serangan udara ke posisi pasukan oposisi di kota Ras al-Ain di dekat perbatasan dengan Turki, Senin. Dua bom dilaporkan meledak hanya sekitar 300 meter dari perbatasan dengan Turki.
Pihak Turki langsung bereaksi dengan menembakkan meriam antipesawat dari kota Ceylanpinar dan menerbangkan lebih dari satu pesawat tempur F-16 dari pangkalan mereka di Diyarbakir, Turki tenggara, untuk mencegah pesawat-pesawat Suriah melanggar perbatasan.
Satu peluru meriam dari Suriah juga mendarat di Ceylanpinar meski belum jelas benar apakah penembaknya pasukan rezim atau oposisi di Suriah.
Organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR) menyebutkan, serangan udara itu menyasar sebuah gedung di Ras al-Ain yang telah dikuasai oposisi. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dalam serangan itu, dan sekitar 30 orang terluka. Sebagian korban luka dilarikan ke rumah sakit di Ceylanpinar, Turki.
Sehari sebelumnya, kontak senjata lintas perbatasan terjadi di dekat Desa Qaa di Lembah Bekaa, Lebanon. Kantor berita Lebanon National News Agency mengabarkan, tentara Lebanon yang ditempatkan di perbatasan balas menembak setelah ditembak dari arah Suriah oleh sekelompok ”pria bersenjata”.
Dalam konflik berkepanjangan yang sudah berlangsung 20 bulan di Suriah, gelombang kekerasan telah meluber ke sejumlah negara tetangga, seperti Turki, Lebanon, dan Israel. Hal itu makin memicu kekhawatiran konflik internal tersebut bisa meluas menjadi perang di kawasan.
Turki sendiri telah secara resmi meminta bantuan NATO untuk memasang sistem rudal antirudal Patriot di sepanjang perbatasan dengan Suriah. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi serangan rudal Suriah.
Permintaan Turki tersebut dikabarkan sedang dipertimbangkan secara positif oleh negara- negara anggota lain Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengharapkan permintaan Turki itu akan disetujui dalam pertemuan NATO di Brussels, Belgia, pekan ini.
Tiga negara anggota NATO, yakni AS, Jerman, dan Belanda, juga sudah siap menyumbangkan rudal-rudal Patriot mereka untuk dipasang di Turki. Meski demikian, butuh proses beberapa minggu lagi sebelum rudal-rudal itu dipasang.
Hillary juga kembali mewanti- wanti Suriah agar tidak menggunakan senjata kimianya guna melawan oposisi. Suriah diyakini memiliki ratusan rudal balistik yang membawa hulu ledak senjata kimia.