Paus Benediktus Buka Akun Twitter

Kompas.com - 04/12/2012, 08:02 WIB

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Benediktus membuka akun Twitter untuk menyebarkan pesan-pesan Gereja Katolik Roma. Seorang pejabat Vatikan, Greg Burke, mengatakan bahwa Paus Benediktus akan mulai mengirimkan pesan Twitter pada tanggal 12 Desember untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Paus akan menjawab pertanyaan itu dalam bahasa Inggris serta tujuh bahasa lain, termasuk Arab, Perancis, dan Spanyol.

Pejabat Vatikan mengatakan, Paus menggunakan nama "@pontifex" di akun Twitter karena kata itu berarti "pembangun jembatan" dan mengacu pada "Paus".

"Kami akan menyebarkan pesan-pesan spiritual. Paus tidak akan berjalan dengan Blackberry atau iPad... Ia akan mengirim pesan Twitter atas apa yang ingin ia katakan," kata Burke.

Pesan Twitter pertama tanggal 12 Desember akan ditulis langsung oleh Paus. Namun, pesan-pesan berikutnya akan ditulis oleh para pembantunya.

Tanya jawab

Sebagian besar pesan Twitter Paus akan berisi inti misa mingguan dan pesan-pesan khusus menyangkut peristiwa besar dunia, termasuk bencana alam.

Vatikan mengatakan, Paus akan menggunakan format tanya jawab dalam sesi pertama Twitter-nya dengan jawaban terkait agama, maksimal 140 karakter.

Vatikan telah mengundang orang untuk mulai mengirimkan pertanyaan.

Gereja Katolik telah menggunakan beberapa media sosial untuk berkomunikasi dengan umat, terutama anak muda, termasuk melalui SMS dan YouTube.

Akun Twitter Vatikan sendiri diikuti oleh sekitar 110.000 orang.

Para pembantu Paus mengatakan, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia ini sendiri lebih senang menulis tangan dibandingkan menggunakan komputer.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau