Diego Meninggal Saat Menunggu Gaji yang Tertunda

Kompas.com - 04/12/2012, 16:20 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Diego Antonio Mendieta Romero (32), striker Persis Solo versi PT Liga Indonesia (PT LI), mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Moewardi, Solo, pada Selasa (4/12/212) dini hari. Meninggalnya striker asal Paraguay tersebut pun memukul perasaan para pendukung setia Persis Solo yang silih berganti melayat ke kamar jenazah rumah sakit.

Kematian Diego sendiri menyisakan masalah yang harus diselesaikan manajemen Persis Solo versi PT LI, yaitu pembayaran gaji pemain yang tertunda, sebesar Rp 120 juta. Menurut mantan Ketua PSSI Solo, yang juga menjabat Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kematian Diego adalah pukulan telak bagi PSSI. Setelah timnas kalah dari Malaysia di ajang Piala AFF 2012, kali ini seorang pemain asing yang bermain di Indonesia meninggal karena sakit dan menyisakan permasalahan profesionalitas.

"Ini adalah pengalaman yang pahit buat PSSI, sudah timnasnya kalah, dan sekarang pemain asing yang meninggal dengan menyisakan permasalahan gaji yang belum dibayar. Ini sudah bukan tamparan, tetapi juga sambaran geledek," katanya.

Rudy sendiri mengatakan akan menanggung semua biaya rumah sakit selama perawatan mendiang Diego. Sementara itu, saat dihubungi Kompas.com, Paulus Haryoto mengatakan, kematian Diego harus menjadi pembelajaran bersama dalam mengelola manajemen sebuah klub. Salah satu pengurus cabang Persis Solo tersebut pun membantah adanya pembiaran terhadap kasus penundaan gaji Diego. "Bukan pembiaran Mas, ini hanyalah kebetulan, dan kita akan segera penuhi kewajiban manajemen," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau