Jokowi Segera Panggil Dirut Bank DKI

Kompas.com - 04/12/2012, 23:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan segera memanggil Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono. Hal itu terkait usulan Bank DKI yang meminta suntikan dana sebesar Rp 450 miliar dan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai Rp 900 miliar.

"Tadi baru saya telepon, besok mau minta penjelasan dari Bank DKI," kata Jokowi saat ditemui di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2012) malam.

Usulan Bank DKI yang meminta suntikan dana itu masuk dalam pos anggaran penyertaan dana dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi DKI Jakarta tahun 2013. Menurut Jokowi, penyertaan anggaran untuk Bank DKI tak menjadi masalah. Itu bisa dilakukan dengan catatan Bank DKI mampu memenuhi sejumlah persyaratan yang akan diajukan.

Jokowi akan mendesak Bank DKI untuk membuka kantor cabang di seluruh pasar atau minimal menempatkan mesin ATM Bank DKI di seluruh pasar untuk memudahkan masyarakat yang ingin bertransaksi. Tuntutan ini menjadi harga mati apabila permintaan Bank DKI ingin dipenuhi. "Minta uang silakan saja, tapi harus jelas ada peningkatan kinerja dan semua targetnya harus dipenuhi," ujar Jokowi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau