JAKARTA, KOMPAS.com — Wartawan Kompas Ahmad Arif (kanan) menerima penghargaan Anugerah Adiwarta 2012 untuk kategori cetak/online liputan kemanusiaan bidang lingkungan dengan judul tulisan "Sulawesi: Jantung Nusantara yang Terkoyak" di Jakarta, Selasa (4/12/2012) malam.
Tulisan itu merupakan laporan Tim Ekspedisi Cincin Api edisi Sulawesi yang ditulis Ahmad Arif bersama Amir Sodikin, Azwin Rizal Harahap, dan Laksana Agung Saputra.
Anugerah Adiwarta 2012 digelar di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (4/12/2012) malam.
Selain Ahmad Arif, dari Kelompok Kompas Gramedia yang mendapat penghargaan Adiwarta 2012 adalah fotografer Kompas.com Roderick Adrian Mozes dengan foto berjudul "Kesaksian Angelina Sondakh". Kompas TV juga mendapat anugerah Adiwarta untuk dua karyanya.
Untuk diketahui, Ekspedisi Cincin Api Kompas berlangsung satu tahun penuh dengan menghasilkan 12 laporan. Ekspedisi dilakukan dengan mendaki sejumlah gunung berapi dan menyelami laut dari Aceh, Danau Toba, pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa hingga Flores, Maluku, dan Sulawesi.
Selain dimuat di Harian Kompas, laporan Ekspedisi Cincin Api juga diturunkan di Kompas.com (online), Kompas TV, serta di tablet dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris.
Anugerah Adiwarta merupakan ajang penghargaan bergengsi dan independen yang didukung oleh jajaran dewan juri yang kompeten di bidangnya, yang ditujukan bagi insan media Tanah Air dengan tujuan untuk memberikan motivasi dan apresiasi agar dapat terus meningkatkan kualitas karyanya.
Kategori yang dilombakan dalam Anugerah Adiwarta adalah Cetak/Online, Foto Berita, dan Televisi yang para pemenangnya akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 18 juta. Pada kategori Cetak/Online, terdapat dua sub kategori, yaitu Liputan Investigatif akan mendapatkan Rp 27 juta dan Liputan Kemanusiaan mendapatkan Rp 18 juta.
Gelak tawa
Mengenai fotonya yang mendapatkan penghargaan Adiwara itu, fotografer Kompas.com Roderick Adrian Mozes menyatakan, dirinya sebenarnya tidak sangat menjagokannya.
"Foto itu diambil pada saat sidang Nazaruddin dalam kasus wisma atlet 2011 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Saat itu Angelina dalam kesaksiannya sering mengatakan lupa dan menyangkal BAP. Kesaksian Angelina membuat Nazaruddin, pengacara, dan pengunjung sidang, termasuk wartawan sering tertawa. Melihat kondisi tersebut, aku menunggu Nazaruddin tertawa. Pada saat tertawa, jadilah foto itu dan kebetulan Elsa Syarief dan Hotman Paris Hutapea (pengacara Nazaruddin) juga tertawa," terang Roderick.
"Sebenarnya aku enggak ngejagoin foto ini, tapi pada akhirnya aku kirim karena terlihat lucu," ujar Roderick.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang