Anna Korban KDRT Minta Bantuan Komnas PA

Kompas.com - 05/12/2012, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sonni Anna (40), pegawai BNP2TKI yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), mendatangi kantor Komnas Perlindungan Anak. Dia meminta bantuan agar difasilitasi bertemu dengan kedua anaknya yang dibawa kabur suaminya, Ali Zuin Mashar (40).

Anna juga ingin kedua anaknya kembali dalam pelukannya. Sebab mereka diambil oleh Ali pada Minggu (2/12/2012) di depan rumahnya di Rawa Lumbu, Bekasi Timur.

Saat itu, kata Anna, dia didatangi oleh sepuluh orang. Empat orang berbadan kekar, dan dan keenam lainnya merupakan suami beserta keluarganya.

"Saat didatangi, kedua anak saya KD (7) dan MF (4) diambil secara paksa. Saya juga mendapat perlakuan kasar dari keempat orang yang berbadan besar. Saya didorong sampai terjatuh," kata Anna kepada wartawan di Komnas PA, Rabu (5/12/2012).

Anna juga memaparkan bahwa anak-anaknya melihat dirinya dipukuli sang ayah, saat terjadi pertengkaran pada 23 Mei 2010, dan saat Ali datang mengambil paksa mereka dari pelukan Anna.

Menurut wanita berjilbab itu, anaknya mengalami trauma akibat perlakuan kasar sang ayah pada ibunya. Dia pun meminta bantuan Komnas PA untuk memberikan terapi khusus agar trauma yang dialami keduanya perlahan menghilang dan tidak mempengaruhi pertumbuhannya kelak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau