Jokowi Tak Nyerah Rayu Pemerintah soal MRT

Kompas.com - 05/12/2012, 19:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah bertemu Menteri Keuangan Agus Martowardojo terkait proyek Mass Rapid Transit (MRT), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku juga telah bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. Jokowi menyatakan tidak akan menyerah merayu Pemerintah Pusat merenegosiasi perbandingan pengembalian pinjaman ke Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Tadi kita sudah melapor ke Pak Menko, ke Pak Hatta sudah melapor," kata Jokowi di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Untuk menindaklanjuti proyek MRT, Jokowi bersama Menko Perekonomian merencanakan pertemuan dalam jangka waktu dua sampai tiga hari bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan lainnya.

"Pokoknya yang berhubungan dengan MRT akan diundang. Supaya bisa segera diputuskan," kata Jokowi.

Jokowi pun belum mau membicarakan apakah MRT itu akan ia bangun layang atau bawah tanah. Ia mengaku harus bertemu dengan Pemerintah Pusat dahulu untuk merenegosiasi dan dapat memutuskan nasib megaproyek tersebut.

Terkait pengembalian pinjaman ke JICA, Pemprov DKI harus menanggung 58 persen pinjaman, sementara Pemerintah Pusat hanya 42 persen. Sementara Jokowi menginginkan Pemprov DKI hanya menanggung 30 persen, sementara sisanya Pemerintah Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau