JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir tahun ini hanya akan ditutup di level 4.400. Perkiraan ini turun dari konsensus analis di level 5.000.
"Meski perekonomian Indonesia tumbuh, ekonomi kita masih dipengaruhi oleh kondisi global baik dari Amerika Serikat dan zona Eropa," kata Fauzi di Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Prediksi Fauzi, perlambatan ekonomi dunia masih dipengaruhi oleh dua kawasan terbesar dunia yaitu Amerika Serikat dan Eropa. Di Amerika Serikat, pemerintah di sana memang sedang menghadapi risiko fiscal cliff. Pemerintahan Amerika Serikat yang didominasi oleh Partai Demokrat diperkirakan akan mendapat lobi-lobi khusus dari Partai Republik untuk menurunkan risiko fiscal cliff tersebut.
Sekadar catatan, pemerintah Amerika Serikat memang berencana menaikkan pajak masyarakat dan memangkas anggaran. "Kondisi ini akan menyebabkan resesi global," tambahnya.
Jika ini terjadi, otomatis akan merembet ke kawasan zona Eropa. Saat ini, negara-negara Eropa rawan dengan risiko surat utang yang diterbitkan negara-negara bermasalah seperti Yunani, Portugal maupun Italia. Meski negara-negara tetangganya siap menjadi standby buyer dari penerbitan surat utang negara tersebut.
"Ini juga akan berdampak pada aliran hot money ke Indonesia. Namun resesi ini baru akan berakhir di semester I-2012," tambahnya.
Di akhir 2010, IHSG ditutup di level 3.730. Di akhir 2011, IHSG ditutup di level 3.822. Namun di akhir 2012 ini, perkiraannya akan ditutup di level 4.350-4.400. "Di akhir 2013, IHSG baru akan menembus level 5.400," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang