Demo Hari Antikorupsi, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi

Kompas.com - 07/12/2012, 11:32 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Belasan mahasiswa yang berunjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi Internasional di halaman Balaikota Kediri, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012), terlibat bentrok dengan polisi.

Mahasiswa yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu memaksa masuk Balaikota yang dijaga ketat aparat. Mereka mendorong-dorong pintu gerbang yang terbuat dari pagar besi serta terus berteriak meminta para pejabatnya keluar. Bahkan mahasiswa sempat memblokir Jalan R.A Kartini sehingga membuat arus lalu lintas yang kebetulan memasuki jam sibuk itu macet, polisi pun mengurainya.

Kericuhan memasuki puncaknya saat para mahasiswa semakin bersikeras masuk areal Balaikota dan polisi menghalaunya dengan mengamankan peserta yang dianggap provokator. Aksi baru mereda saat beberapa pejabat menemui massa dan massa menyampaikan aspirasinya.

Koordinator aksi, Haris mengatakan, massa hanya ingin mempertanyakan lambannya proses pemberantasan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Menurutnya, kasus pembangunan rumah sakit Gambiran II sudah ada penetapan tiga tersangka namun belum ada penahanan terhadapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kota, Agus Wahyudi mengatakan pihaknya mendukung pemberantasan korupsi dan menyerahkan sepenuhnya kasus korupsi kepada pihak kepolisian.

Setelah mendapat jawaban dari pejabat, massa yang terlihat masih kecewa kemudian membubarkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau