Mengapa Penularan AIDS di Jakarta Tinggi?

Kompas.com - 07/12/2012, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran virus HIV AIDS di Jakarta sangat memprihatinkan. Di tengah masyarakat yang metropolis, ternyata Jakarta harus menerima kenyataan menjadi provinsi dengan jumlah penularan HIV AIDS tertinggi.

Penanggungjawab Program HIV AIDS Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dicky Alsadik menjelaskan, ada beberapa faktor utama yang memicu tingginya angka penyebaran virus mematikan tersebut. Pertama,  jumlah penduduk Jakarta yang mencapai sekitar sembilan juta jiwa. Ditambah ingar bingar Ibu Kota yang menciptakan peluang besar dalam penyebaran virus tersebut.

"Data absolut kasus perkasus Jakarta yang paling banyak," kata Dicky, di Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Di luar itu, meski kampanye mencegah penularan HIV AIDS paling gaung di Jakarta, hal itu tak berbanding lurus dengan kesadaran dan kepedulian warga Jakarta akan bahaya penularan AIDS. Budaya seks bebas dan geliat penggunaan narkoba menjadi pintu terbesar penularan AIDS di Jakarta.

"Itu tugas kami bersama. Kan bisa saja itu terjadi karena medianya ada, aksesnya mudah, dan kepeduliannya rendah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus penularan HIV AIDS tertinggi. Bahkan, Papua dan Jawa Timur berada di bawah DKI. Merujuk pada data Seksi Surveilans Epidemiologi HIV AIDS Dinas Kesehatan DKI Jakarta, angka kumulatif orang dengan AIDS di DKI sejak virus ini ditemukan hingga September 2012 tercatat 6.299 jiwa. Sedangkan jumlah kasus AIDS baru di DKI Jakarta sejak Januari 2012 hingga 21 Septermber 2012 adalah 649 kasus dengan angka kematian mencapai 168 jiwa.

Data terakhir Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyuluhan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Juni 2012, secara kumulatif jumlah kasus AIDS berdasarkan provinsi, DKI Jakarta menempati posisi pertama, disusul Papua, dan Jawa Timur.

Berdasarkan prevalens kasus AIDS per 100.000 penduduk di tingkat provinsi, DKI Jakarta menempati posisi ketiga setelah Papua (pertama) dan Bali (kedua). Namun demikian, angka tersebut adalah angka kumulatif yang berhasil terdata dari mereka yang memiliki kesadaran untuk melakukan konseling dan tes HIV sukarela atau voluntary counselling and HIV testing (VCT) sehingga diketahui status HIV-nya.

Berita terkait, baca : Hari AIDS Sedunia 2012

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau