Sedekah Laut Dukung Visit Jateng 2013

Kompas.com - 07/12/2012, 16:30 WIB

CILACAP, KOMPAS.com - Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengatakan Gelar Budaya Sedekah Laut yang merupakan agenda pariwisata tahunan di Cilacap akan dipromosikan semaksimal mungkin untuk mendukung "Visit Jawa Tengah 2013".

"Kami akan agendakan lebih besar, kami akan undang semua bahwa di sini ada satu pesta yang namanya pesta sedekah laut. Ini akan go international sebagai bagian dari Visit Jateng 2013," kata Tatto usai prosesi Gelar Budaya Sedekah Laut di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jumat (7/12/2012).

Ia mengatakan, sedekah laut merupakan budaya yang harus diselamatkan dan dilestarikan karena sebagai ajang untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan selama ini.

Menurut Tatto, saat ini banyak orang yang melupakan segalanya. "Dengan kegiatan seperti ini, kita diingatkan bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya termasuk laut, sehingga harus dijaga oleh kita semua," katanya.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap akan melakukan penataan di kawasan Pantai Teluk Penyu guna meningkatkan kesejahteraan nelayan maupun pedagang. "Penataan dilakukan agar Cilacap terlihat indah dan damai sehingga wisatawan banyak yang tertarik untuk berkunjung ke Pantai Teluk Penyu," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilacap, Imam Yudianto mengakui, pengunjung Gelar Budaya Sedekah Laut kali ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Imam menduga hal itu terjadi lantaran sempat terjadi tawuran antarwarga Bakung dengan Donan beberapa pekan lalu sehingga berpengaruh terhadap keramaian.

"Yang kedua, dukungan sponsor terhadap kelompok-kelompok nelayan guna penyelenggaraan sedekah laut sangat kurang jika dibanding tahun lalu. Namun yang terpenting kegiatan inti ritual adat nelayan ini bisa terlaksana, keramaian hanya bumbu saja," katanya.

Dalam hal ini, lanjut Imam, Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta untuk penyelenggaraan Gelar Budaya Sedekah Laut. Sebagian alokasi dana yang bersumber dari APBD Cilacap tersebut diberikan kepada delapan kelompok nelayan masing-masing sebesar Rp 4 juta sebagai bantuan untuk penyelenggaraan kegiatan sedekah laut.

Menurut Imam, setiap kelompok nelayan juga mendapat dana dari sponsor untuk menggelar berbagai kegiatan di wilayahnya dalam rangkaian Gelar Budaya Sedekah Laut.

Gelar Budaya Sedekah Laut sudah masuk ke dalam agenda wisata budaya nasional yang digelar di Cilacap. "Ada dua yang telah masuk agenda nasional, yakni Sedekah Laut dan Festival Perahu Naga," katanya.

Imam menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi pariwisata guna menyambut Visit Jateng 2013.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau