Kesejahteraan

Kesenjangan Masih Tinggi

Kompas.com - 08/12/2012, 02:33 WIB

Jakarta, Kompas - Dibandingkan negara-negara Afrika dan Amerika Latin, laju pengurangan penduduk miskin di Indonesia lebih tinggi. Namun, kesenjangannya masih tinggi.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono saat berkunjung ke Redaksi Kompas, Jumat (7/12) sore. ”Capaian Indonesia baik, tapi tak boleh langsung puas. Harus diperhatikan apa yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Agung yang datang bersama seluruh deputi Kemenko Kesra diterima Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun.

Menurut Agung, angka kemiskinan Indonesia pada 2004 mencapai 17,9 persen. Turun menjadi 11,9 persen pada Maret 2012 atau setara 29 juta orang. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan pada 2014 tinggal 7,5 persen-8 persen.

Untuk itu, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, seperti pada semester I- 2012 sebesar 6,3 persen. Sebanyak 1 juta lapangan kerja ditargetkan tersedia tiap tahunnya hingga bisa mengurangi angka kemiskinan dengan signifikan.

Sekretaris Kemenko Kesra Dwisuryo Indroyono Soesilo menambahkan, program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan terbagi dalam empat kluster, yang meliputi pemberian aneka bantuan tunai, pemberdayaan masyarakat, kredit usaha rakyat, dan penyediaan fasilitas murah.

”Mobilisasi lembaga-lembaga nonpemerintah dalam penanggulangan kemiskinan perlu lebih digarap,” ujarnya.

Agung mengakui, peran swasta dalam pengentasan dari kemiskinan sangat besar. Dana yang disalurkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bisa mencapai 2-3 kali lebih besar dibandingkan dana penanggulangan kemiskinan dari pemerintah. Semangat rakyat ini perlu terus dibangkitkan hingga pengurangan penduduk miskin bisa lebih cepat. (MZW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau