Weekend yuk!

Berakhir Pekan di Belitung

Kompas.com - 08/12/2012, 08:38 WIB

KOMPAS.com – Bumi Laskar Pelangi, begitu biasa Belitung mendapat julukan. Pantai cantik dengan pasir putih, laut biru, dan batu-batu besar yang begitu magis, menyihir ribuan penonton saat menyaksikan film “Laskar Pelangi” di layar lebar.

Hingga kini, “sihir” itu terus melekat di hati orang Indonesia. Beberapa tahun belakangan, kunjungan wisatawan domestik ke Belitung meningkat pesat. Secara lokasi, Pulau Belitung yang masuk wilayah administrasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, sangat dekat dengan Jakarta, ibukota negara.

Hanya memakan waktu sekitar satu jam perjalanan udara dari Jakarta. Sayang, akses udara memang masih terbatas. Namun, Anda bisa mengakalinya dengan merencanakannya jauh-jauh hari.

Jadi, jika Anda tinggal dekat dengan Belitung, misalnya di sekitar Pulau Jawa, Anda bisa mengambil liburan singkat dengan berakhir pekan di Belitung. Ambil saja cuti sehari di hari Jumat.

JUMAT. Sesampai di Belitung, arahkan perjalanan Kota Manggar. Mari mampir ke rumah para tokoh di Laskar Pelangi. Ya, siapkan diri untuk perjalanan selama dua jam, ke Desa Gantong.

Desa dengan penuh peninggalan tambang timah. Dulu di sini merupakan lokasi pertambangan PN Timah. Mula-mula kunjungi tempat bekas SD Muhammadiyah, sekolah Si Ikal, tokoh utama di Laskar Pelangi.

Lalu mampir ke pasar Desa Gantong. Pasar ini juga menjadi tempat lokasi pembuatan film Laskar Pelangi. Setelah itu Anda bisa berkeliling perumahan pejabat PN Timah. Dulu area ini sangat tertutup. Setelah itu Anda bisa mampir ke Vihara Dewi Kwam Im di Pantai Burung Mandi.

SABTU. Hari kedua bertema wisata bahari. Awali dengan ke Pantai Tanjung Tinggi. Selain mercu suar, inilah pantai yang menjadi ikon wisata Belitung. Pantai Tanjung Tinggi merupakan lokasi pembuatan film “Laskar Pelangi”.

Lautan biru dan batu-batu besar hingga sebesar rumah, tambahan lagi pasir putih, pantai ini memang benar-benar cantik. Berenang di sisi-sisi pantai yang dangkal, atau sekedar menikmati panorama di salah satu batu yang begitu besar.

Setelah itu, island hopping ke pulau-pulau cantik di Belitung. Sewa perahu dan mulai perjalanan. Pertama, kunjungi Pulau Batu Garuda. Sesuai namanya, batu besar berada di tengah pulau. Sekilas bentuknya seperti kepala garuda.

Selanjutnya, perjalanan perahu menuju Pulau Pasir. Hanya ada pasir di pulau ini dan menjadi rumah bagi bintang-bintang laut. Seru juga mencari bintang laut di pulau ini. Tepian pantai begitu dangkal sehingga sekadar berendam santai menjadi mengasyikkan.

Lalu, Pulau Berlayar bisa menjadi kunjungan selanjutnya. Batu-batu raksasa berada di tengah pulau. Di tengah terik matahari, berenang di bawah bayang-bayang batu menjadi hal yang membuat santai. Lanjutkan perjalanan ke pulau yang menjadi ikon wisata Belitung.

Pulau Lengkuas dengan mercu suar peninggalan Belanda, selalu memenuhi brosur-brosur promowi wisata Pulau Belitung. Setelah mendaki mercu suar, jangan lewatkan kesempatan snorkeling, di seputar Pulau Lengkuas.

MINGGU. Ayo, saatnya berbelanja. Mampir membeli oleh-oleh di Kerupuk Keluarga untuk membeli kerupuk kemplang khas Belitung. Pilihan lain adalah Galeri UKM yang bisa disebut sebagai pusat cendramata seperti gantungan kunci, baju, sampai batu satam berupa pecahan batu meteorit.

Setelah itu, makan siang di rumah adat khas Belitung di Jalan Ahmad Yani. Rumah panggung tradisional Belitung sudah tidak ada di pulau tersebut. Di sini, makan siang dihidangkan secara tradisional dengan makan bersama yang disebut makan bagawa.

Nah, akhiri perjalanan dengan mengunjungi Kawah Putih di Belitung. Kawah Putih itu bernama Danau Kaolin, yang merupakan sisa-sisa tambang timah di pulau ini. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau