Bersitegang dengan Mancini, Balotelli Kian Dekat ke Milan?

Kompas.com - 10/12/2012, 03:11 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Bos Manchester City, Roberto Mancini, mengecam tindakan Mario Balotelli saat digantikan di babak kedua kala bertanding melawan Manchester United, Minggu (9/12/2012).

"Saya menyukai Mario sebagai pribadi dan pemain, namun penting baginya untuk berpikir ulang tentang kariernya," sindir Mancini seusai pertandingan.

Balotelli dinilai Mancini bermain biasa-biasa saja saat babak pertama. Striker berusia 22 tahun itu masih diberi kesempatan pada paruh kedua, namun akhirnya diganti hanya dalam tempo lima menit. Balotelli terlihat kesal dan langsung menuju terowongan menuju ruang ganti. Laga itru akhirnya dimenangi MU 3-2.

"Saya ingin menyaksikan Mario tampil lebih baik saat babak kedua, tapi setelah lima menit ia menampilkan permainan seperti babak pertama," keluh Mancio.

"Ia punya segalanya untuk menampilkan permainan terbaik, tetapi ia tak bisa bermain seperti yang dipertontonkannya hari ini. Kami berharap lebih dari Mario, karena ia memang punya segalanya. Ia punya kualitas top," tandas eks Pelatih Lazio dan Inter Milan itu.

Praktis, apa yang dikatakan manajer Manchester Biru membuat tensi hengkangnya Balotelli kian merebak.

"Saya pernah menyaksikan pemain dengan kualitas bakat fantastis, tetap akhirnya tak menghasilkan apa-apa. Saya tak ingin Mario berakhir seperti pemain itu, karena memang tak bagus untuk (masa depan) dirinya," tegas Mancio.

AC Milan dikabarkan media Italia paling berminat mendatangkan Super Mario. Namun, banderol 28 juta pounds (sekitar Rp 420 miliar) yang dipatok City membuat presiden dan pemilik Milan, Silvio Berlusconi, sedikit keder. Solusinya, I Rossoneri akan mempertimbangkan satu dua pemain sebagai bagian dari paket kesepakatan, hingga label harganya masuk dalam jangkauan klub Kota Mode itu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau